Page 70 - sektorpublik
P. 70

3.  Dibutuhkan  waktu  yang  lebih  lama  untuk  menyelenggarakan  suatu

                pelayanan
            4.  Ada kemungkinan karyawan/ birokrat mengambil keputusan yang tidak

                tepat
                    Kedua  pendekatan  di  atas  merupakan  kontinum,  artinya

            pendekatan yang satu merupakan kebalikan atau mempunyai ciri-ciri yang

            berlawanan dengan pendekatan yang lainnya. Dengan demikian kelebihan
            pada  pendekatan  yang  satu  adalah  merupakan  kekurangan  atau

            kelemahan bagi pendekatan yang lainnya, demikian juga sebaliknya.


            Kebijakan Manajemen SDM

                    Kebijakan  manajemen  SDM  di  pegawai  negeri  Indonesia  diatur
            dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas

            Undang-undang  Nomor  8  Tahun  1974  Tentang  pokok-pokok
            kepegawaian. Kebijakan makronya dapat dilihat dalam pasal 12 dan pasal

            13 yang dikutip seperti dibawah ini :

                    Berdasarkan undang-undang tersebut di atas dalam Bab I, ayat 1,
            butir 8, dituliskan bahwa fungsi manajemen pegawai negeri sipil mencakup

            delapan hal, yaitu :
            1.  Perencanaan

            2.  Pengadaan
            3.  Pengembangan kualitas

            4.   Penempatan

            5.  Promosi
            6. Penggajian

            7.  Kesejahteraan
            8.  Pemberhentian


                                                                                        66
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75