Page 71 - sektorpublik
P. 71
Evaluasi Kebijkan Manajemen SDM
Pelayanan yang baik hanya akan dapat diwujudkan antara lain
apabila manajemen sumber daya manusia dilakukan dengan
mengedepankan kepentingan pengguna jasa, yaitu dengan menerapkan
pendekatan kontingensi dalam mengelola pegawai. Pegawai negeri
sebagai penyelenggara jasa pelayanan seharusnya dikelola dengan
menggunakan pendekatan ini. Akan tetapi apabila
dicermati review kebijakan manajemen SDM pegawai negeri, ternyata
manajemen SDM pegawai negeri masih belum berorientasi kepada
kepentingan pengguna jasa. Model manajemen SDM sebagaimana diatur
dalam UU No. 43 Tahun 1999 sangat kaku dan oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa model manajemen SDM pegawai negeri tidak
menggunakan pendekatan kontingensi dan tidak berorientasi kepada
kepentingan pengguna jasa.
Hal ini dapat dilihat dari indikasi sebagai berikut :
1. Secara makro dalam pasal 12 ayat 1 disebutkan bahwa manajemen
PNS diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan
dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasil guna. Hal ini
berarti pegawai negeri lebih diarahkan untuk memenuhi kepentingan
Pemerintah daripada kepentingan masyarakat selaku pengguna jasa
pelayanan. Oleh karena itu, ada slogan bahwa pegawai negeri adalah
abdi negara.
2. Fungsi perencanaan dan pengadaan juga secara tegas dinyatakan
untuk memperlancar pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan, bukannya untuk kepentingan pelayanan terhadap
masyarakat. Janji atau sumpah yang harus diucapkan ketika
seseorang diangkat sebagai pegawai negeri juga sangat condong
67

