Page 74 - sektorpublik
P. 74

6.  Praktek         KKN          (Korupsi,         Kolusi,         dan

                        Nepotisme) yang semakin menjamur di Indonesia


                    Sementara  yang  menjadi  sorotan  birokrasi  di  Indonesia  sebagai
            negara  berkembang  adalah  para  birokrat  yang  dinilai  bekerja  tidak

            memuaskan. Biasanya  mereka cenderung menyelewengkan wewenang

            yang  mereka  pegang. Karena  dalam  realitanya,  yang  menggejala  di
            Indonesia saat ini adalah praktek buruk yang menyimpang dari teori idealis

            birokrasi. Dalam  prakteknya, muncul kesan yang  menunjukkan seakan-
            akan  para  pejabat  dibiarkan  menggunakan  kedudukannya  di  birokrasi

            untuk kepentingan diri dan kelompok. Ini dapat dibuktikan dengan hadirnya

            bentuk  praktek  birokrasi  yang  tidak  efisien  dan  bertele-tele.  Reformasi
            birokrasi terus dikembangkan dan digalakan selama beberapa periode.

                    Namun demikian, kondisi ini merupakan suatu proses dan tahapan
            yang harus dilalui. Tidak dapat ditampik bahwa reformasi birokrasi yang

            dilaksanakan  hingga  saat  ini  pun  masih  menyisakan  berbagai

            permasalahan. Penyakit yang  masih menjangkit tubuh birokrasi saat ini
            antara  lain, pertama, Tingginya  penyalahgunaan  kewenangan  dalam

            bentuk  KKN.  Prevalensi  KKN  semakin  meningkat  dan  menjadi
            permasalahan  di  seluruh  lini  pemerintahan,  baik  pusat  hingga  daerah.

            Kasus  KKN  yang  sudah  menyentuh  seluruh  lini  pemerintahan  jelas
            melukai masyarakat. Hal ini disebabkan, KKN selalu menyeret beberapa

            pihak  terutama  aparatur-aparatur  pemerintah  termasuk  para  pimpinan

            daerah. Praktik-praktik KKN telah tumbuh subur sejak zaman orde baru
            hingga  reformasi.  Kondisi  ini  yang  kemudian  memunculkan  persepsi

            bahwa aparatur negara memiliki profesionalitas dan komitmen terhadap
            negara yang  masih rendah. Hal  ini kemudian menyebabkan pelayanan


                                                                                        70
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79