Page 76 - sektorpublik
P. 76

juga  masih rendah. Perilaku aparatur yang arogan serta  birokrasi  yang

            tambun,  berkaitan  dengan  rendahnya  kesadaran  aparatur  bahwa
            kedaulatan  berasal  dari  rakyat  sedangkan  birokrat  hanya  sebagai

            pelaksana  amanat  yang  diberikan  oleh  masyarakat.  Fakta  yang  ada  di
            lapangan, aparatur bukan melayani namun dilayani.

                    Ketiga, pengaruh politik yang kuat terhadap birokrasi, juga menjadi

            penyumbang  terhadap  masih  terhambatnya  kinerja  birokrasi  sehingga
            lemah  dalam  merespon  agenda  dan  tantangan  dalam  pembangunan

            nasional.  Kondisi  ini  tidak  dapat  dihindari  karena  sistem  pemerintahan
            yang  dijalankan  oleh  Indonesia.  Sistem  kepartaian  yang  dianut  oleh

            Indonesia,  sedikit  banyak  berdampak  pada  kinerja  aparatur  yang  tidak

            netral.  Aparatur  negara  terkooptasi  dan  terintervensi  oleh  kepentingan
            partai yang dinilai berjasa dalam mengusung namanya menjadi aparatur

            negara.  Tidak  sedikit  pengangkatan  pejabat  eselon  I  berbagai
            kementerian/lembaga negara serta BUMN yang disesuaikan dengan nafas

            politik  menterinya  (Bappenas,  2004).  Pergolakan  politik  berkontribusi

            terhadap jalannya pemerintahan di Indonesia. Kedua hal ini, baik birokrasi
            dan politik memang tidak dapat dipisahkan. Beberapa jabatan di birokrat

            tidak  dapat  dipungkiri  diduduki  oleh  orang-orang  yang  berangkat  dari
            partai,  yang  membawa  kepentingan  partainya  masing-masing  yang

            diperoleh melalui pemilu. Pada akhirnya mengarahkan anggapan bahwa
            masyarakat  hanya  dijadikan  sebagai  obyek  dalam  pemilu  untuk

            memenangkan tujuan berpolitik beberapa pihak/kelompok, mengantarkan

            elit pimpinan menjadi pimpinan negara dan pemerintah. Setelah terpilihnya
            pihak-pihak  tersebut,  lantas  kepentingan  rakyat  terlupakan  dengan

            kepentingan pribadi/kelompok. Kondisi ini menunjukan sangat lemahnya
            akuntabilitas dan pertanggungjawaban kepada publik.


                                                                                        72
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81