Page 122 - Cooperative Learning
P. 122

112                                                               BAB 4


                     bisa  berjalan  dengan  lancar  dan  tidak  ada  hambatan.
                     Perencanaan  tersebut  berupa  (1)  penetapan  sikap  dan
                     keterampilan sosial yang harus dikembangkan oleh siswa, (2)
                     pengorganisasian  materi  dan  tugas-tugas  siswa  dalam
                     kelompok  kecil,  dan  (3)  penjelasan  tentang  tujuan  dan  sikap
                     serta keterampilan sosial yang harus dimiliki oleh setiap siswa.
                  b. Merancang  lembar  observasi  yang  digunakan  untuk
                     mengobservasi proses pembelajaran.
                     Dalam  langkah  ini  guru  lebih  banyak  berperan  sebagai
                     obsesver,  fasilitator,  pembimbing,  dan  juga  motivator.  Pada
                     saat isswa sedang melakukan kerja kelompok, guru memonitor
                     serta  mengobservasi  kegiatan  belajar  siswa  berdasarkan
                     lembar observasi yang telah dirancang.
                  c.  Pada  saat  mengobservasi  guru  juga  mengarhkan  dan

                     membimbing  siswa  dalam  kelompok  baik  secara  individual
                     maupun  kelompok  sehingga  adanya  kolaborasi  antara  siswa
                     dengan siswa serta antara siswa dengan guru.
                  d. Pemberian  kesempatan  kepada  masing-masing  kelompok
                     untuk mempersentasikan hasil kerja kelompoknya.
                     Penilaian  merupakan  hal  yang  sangat  penting  dalam
               penerapan  metode  pembelajaran.  Penerapan  model  pembelajaran
               yang  berbeda  akan  menyebabkan  perbedaan  pula  pada  teknik
               penilaiannya.  Model  pembelajaran  kooperatif  berada  di  bawah
               struktur  penghargaan  kooperatif  dan  bertujuan  untuk  mencapai
               pembelajaran  kognitif  dan  sosial  yang  kompleks.  Oleh  karena  itu,
               dibutuhkan pendekatan penilaian dan evaluai yang berbeda. Dalam
               pembelajaran kooperatif guru harus berhati-hati dalam melakukan
               penilaian.  Guru  harus  menentukan  nilai  individu  untuk  suatu  hasil
               kelompok.  Misalnya,  siswa  yang  ambisius  kadang-kadang
               mengambil bagian lebih besar dari temannya yang lain. Sementara,
               temannya hanya memberikan sumbangan yang sedikit. Keadaan itu
               membuat  siswa  yang  ambisius  merasa  tidak  adil  karena  dalam
               penilaian mereka diberikan nilai yang sama.
                     Dari  hasil  penelitian  yang  telah  dilakukan  oleh  para  ahli,
               diperoleh  beberapa  kelebihan  pembelajaran  kooperatif,  yakni
               sebagai    berikut.   Pertama,     pembelajaran     kooperatif    dapat
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127