Page 123 - Cooperative Learning
P. 123

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     113

                  menyebabkan unsur-unsur psikologis peserta didik terangsang dan
                  lebih  aktif.  Kedua,  dapat  meningkatkan  kerja  keras  peserta  didik,
                  peserta didik menjai lebih giat dan lebih aktif. Ketiga, meningkatkan
                  kecakapan  individu  maupun  kelompok  dalam  memecahkan
                  masalah, meningkatkan komitmen dan menghilangkan prasangkan
                  terhadap teman sebaya. Keempat, menciptakan suasana yang tidak
                  bersifat  kompetitif.  Kelima,  dapat  menimbulkan  motivasi  sosial
                  peserta didik karena adanya tuntutan dalam menyelesaikan tugas.
                        Selain  kelebihan  di  atas,  pembelajaran  kooperatif  juga
                  memiliki    kekurangan.      Menurut     Slavin,   kekuarangan      dari
                  pembelajaran  kooperatif  adalah  kontribusi  dari  peserta  didik
                  berprestasi  rendah  menjadi  kurang,  dan  siswa  yang  berprestasi
                  tinggi  akan  mengalami  kekecewaan.  Hal  ini  disebebkan  mereka
                  harus  membantu  teman  yang  berkemampuan  rendah.  Selain  itu,

                  pembelajaran kooperatif juga membutuhkan waktu yang lama. Bagi
                  guru  yang  belum  berpengalaman,  hal  dapat  menyebabkan  materi
                  tidak dapat diselesaikan dengan kurikulum yang ada.

                  Metodologi
                        Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode
                  deskriptif.  Penelitian  ini  dilaksanakan  di  kelas  7A  MTs  Al-Huda

                  Pekanbaru. Menurut Moleong (2006: 6) penelitian kualitatif adalah
                  penelitian yang dialami oleh subjek  penelitian contohnya perilaku,
                  persepsi,  motivasi,  tindakan  dan  lain-lain.  Data  dalam  penelitian
                  diperoleh  dengan  melakukan  pengamatan  dan  wawancara.
                  Pengamatan  dilakukan  selama  proses  pembelajaran  berlangsung,
                  sementara  wawancara  dilakukan  kepada  guru  yang  mengajar
                  setelah  proses  pembelajaran  berlangsung.  Setelah  data  diperoleh,
                  selanjutnya  data  dianalisis  dengan  menggunakan  beberapa  teori
                  dalam pembelajaran kooperatif.

                  Hasil dan Pembahasan
                        Di  bawah  ini  dipaparkan  hasil  pengamatan  yang  penulis
                  lakukan  di  MTs  Al-Huda  Pekanbaru  pada  tanggal  21  November
                  2016.
                  Tabel  2.  Lembar  Observasi  Interaksi  Belajar  Siswa  dengan  Model
                  Pembelajaran Kooperatif.
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128