Page 120 - Cooperative Learning
P. 120
110 BAB 4
yang beragam, baik melalui pengelompokan heterogen maupun
pengelompokan homogen. Dalam metode CIRC, sisw ditempatkan
dalam kelompok-kelompok kecil, baik homogen maupun
heterogen. Pertama-tama mereka mengikuti serangkaian instruksi
guru tentang keterampilan membaca dan menulis, kemudian
praktik, lalu pra-penilaian, dan kuis. Sedangkan dalam Sructured
Dyadic Methods (SDM), hanya melibatkan dua anggota saja dalam
satu kelompok.
Untuk metode-metode informal, meliputi beberapa metode,
yakni sebgai berikut. Pertama, Spontaneous Group Discussion
(SGD). dalam metode ini diskusi kelompok tidak direncanakan
sebelumnya, tetapi dilaksanakan secara spontan. Teknik
pelaksanaanya pun sederhana, yakni menyuruh siswa untuk
berkelompok dan berdiskusi tentang sesuatu. Setelah itu guru
meminta siswa untuk mendiskusikannya di depan kelas. Kedua,
Numbered Heads Together (NHT). Pada dasarnya metode ini
merupakan varian dari diskusi kelompok. Pertama-tama guru
meminta siswa untuk duduk berkelompok-kelompok. Setiap
anggota kelompok diberi nomor. Setelah selesai, guru memanggil
nomor untuk mempersentasikan hasil diskusinya. Ketiga, Team
Product (TP). Dinamakan Team Product, karena setiap kelompok
diminta untuk menciptakan sesuatu. Keempat, Cooperative Review
(CR). Metode ini biasanya dilaksanakan beberapa hari menjelang
ujian. Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil untuk
saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan review, yakni
pertanyaan-pertanyaan yang mencerminkan poin-poin utama dari
materi pelajaran. Kelima, Think-Pair-Share (TPS). Dalam metode ini
diawali dengan meminta siswa untuk duduk berpasangan.
Kemudian guru mengajukan satu pertanyaan atau masalah kepada
siswa. Setiap siswa diminta untuk berpikir sendiri-sendiriterlebih
dahulu, kemudian mendiskusikan hasil pemikirannya dengan
pasanga di sebelahnya untuk mendapatkan satu konsesus yang
sekiranya dapat mewakili jawaban mereka berdua. Keenam,
Disscussion Group (DG) – Droup Project (GP). Di antara sekian
banyak metode pembelajaran kooperatif, DG dan GP menjadi
metode yang paling sering digunakan. Hampir semua guru sains

