Page 119 - Cooperative Learning
P. 119

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     109

                  kelompok-kelompok  kecil.  Setiap  kelompok  diminta  untuk
                  menghasilkan  satu  produk  kelompok.  Guru  bertugas  mengawasi
                  kelompok-kelompok ini berdasarkan lima elemen kooperatid, yakni
                  interpedensi  positif,  akuntabilitas  individu,  interaksi  langsung,
                  keterampilan-keterampilan  sosial,  dan  pemrosesan  kelompok.  Jika
                  mengalami  kesulitan,  setiap  anggota  diminta  untuk  mencari
                  bantuan  dari  teman-teman  sekelompoknya,  sebelum  meminta
                  bantuan kepada guru.
                        Dalam  metode  Jigsaw  (JIG)  siswa  ditempatkan  dalam
                  kelompok-kelompok kecil yang terdiri 5 anggota. Setiap kelompok
                  diberi  informasi  yang  membahas  salah  satu  topik  dari  materi
                  pelajaran mereka saat itu. Siswa bekerja kelompok selama dua kali,
                  yakni dalam kelompok mereka sendiri dan dalam ‚kelompok ahli‛.
                  Setelah masing-masing anggota kelompok menjelaskan bagiannya

                  masing-masing  kepada  teman-teman  satu  kelompoknya,  mereka
                  mulai  bersiap  untuk  diuji  secara  individu.  Pada  metode  Jigsaw  III
                  (JIG III), sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol dari JIG I
                  dan JIG II dalam tata laksana dan prosedurnya. Hanya saja dalam JIG
                  III  penerapannya  lebih  fokus  di  kelas-kelas  bilingual.  Cooperative
                  Learning    Srtuctures  (CLS),  berisi  struktur-struktur  yang  dirancang
                  untuk  memengaruhi  pola  interaksi  siswa.  Struktur-struktur  ini
                  sebenarnya  lebih  mirip  sebagai  sebuah  pola  pengelolaan  kelas
                  pembelajaran kooperatif daripada sebagai suatu metode tersendiri.
                        Group Investigation (GI) menekankan pada pilihan dan kontrol
                  siswa daripada menerapkan teknik-teknik pengajaran di ruang kelas.
                  Dalam  metode  ini,  siswa  diberi  kontrol  dan  pilihan  penuh  untuk
                  merencanakan apa yang ingin dipelajari dan diinvestigasi. Complex
                  Intruction (CI) memiliki fokus utama membangun kepercayaan pada
                  semua  kemampuan  yang  dimiliki  siswa.  Guru  memberikan
                  keleluasaan pada siswa untuk menentukan sendiri proyek yang akan
                  mereka  kerjakan.  Dalam  Team  Accelerated  Instruction  (TAI),  siswa
                  dikelompokkan         berdasarkan        kemampuan         berdasarkan
                  kemampuannya yang beragam. Setiap kelompok  terdiri dari empat
                  siswa  dan  ditugaskan  untuk  menyelesaikan  materi  pembelajaran
                  atau PR tertentu. Cooperative Integrated Reading and Composition
                  (CIRC) dirancang untuk mengakomodasikan level kemampuan siswa
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124