Page 128 - Cooperative Learning
P. 128

118                                                               BAB 4


               pembelajaran  dengan  baik.  Proses  pembelajaran  dilakukan  secara
               spontanitas.  Berdasarkan  hasil  pengamatan,  dapat  disimpulkan
               bahwa  guru  menerapkan  metode  informal  dalam  proses
               pembelajaran. Slavin (1995) mengemukakan ada beberapa metode
               informal yang paling banyak digunakan oleh guru di kelas, satu di
               antaranya  adalah  Spontaneus  Group  Discussion  (SGD).  dalam
               metode  ini  siswa  diminta  untuk  duduk  berpasangan  atau
               berkelompok,  dan  guru  akan  mengistruksikan  siswa  untuk
               melakukakan  aktivitas-aktivitas  tertentu  yang  bertujuan  untuk
               memecahkan persoalan yang dihadapi.
                     Ketidaksiapan  guru  dalam  menerapkan  model  pembelajaran
               kooperatif, juga tergambar dari strategi pembagian kelompok. Pada
               aspek  pengamatan  nomor  2,  jumlah  siswa  dalam  kelompok  tidak
               sesuai  dengan  jumlah  yang  disarankan  dalam  pembelajaran

               kooperatif.  Guru  membagi  siswa  menjadi  7—8  orang  dalam  satu
               kelompok.  Hal  tersebut  sangat  tidak  porposional.  Dalam
               pembelajaran  kooperatif,  jumlah  anggota  kelompok  yang  ideal
               adalah  1—4  orang.  Jumlah  anggota  kelompok  yang  banyak  akan
               menimbulkan banyak permasalahan dalam kelompok. Berdasarkan
               pengamatan,  beberapa  siswa  terlihat  ribut  dan  tidak  aktif  dalam
               kelompoknya.
                     Dalam  hal  pembagian  kelompok,  guru  tampaknya  cukup
               terampil  untuk  mensiasati  kemungkinan-kemungkinan  yang  tidak
               diinginkan. Guru membagi anggota kelompok secara acak dengan
               menggunakan  absensi  kelas.  Guru  membagi  siswa  yang  dianggap
               memiliki  kompetensi  yang  baik  secara  merata.  Pembagian  yang
               telah dilakukakan oleh guru, tidak bisa diganggu gugat. Setuju atau
               tidak, siswa harus bergabung dengan kelompoknya masing-masing.
               Hal  ini  sebenarnya  baik  untuk  diterapkan  untuk  menghindari
               pembagian kelompok yang tidak berimbang. Biasanya, siswa yang
               aktif lebih suka bergabung bersama siswa yang aktif lainnya. Jika hal
               ini  tidak  diperhatikan,  bisa  saja  beberapa  siswa  yang  tidak  terlalu
               aktif  tidak  mendapatkan  kelompok.  Jika hal  tersebut  terjadi,  maka
               tujuan pembelajaran kooperatif tidak akan tercapai.
                     Interaksi  dan  komunikasi  antara  siswa  dengan  siswa  lainnya
               dalam kelompoknya berjalan cukup baik. Berdasarkan pengamatan,
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133