Page 129 - Cooperative Learning
P. 129

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     119

                  siswa  saling  bertanya  jawab  saat  belajar  kelompok  untuk
                  memecahkan        suatu     permasalahkan       dan      menyimpulkan
                  permasalahan  tersebut  dengan  mencari  jawaban  yang  mereka
                  anggap  benar.  Namun  demikian,  ada  juga  siswa  yang  pasif  dan
                  tidak  memberikan  kontribusi  dalam  kelompoknya.  Saat  siswa  lain
                  terlihat pasif, beberapa dari siswa yang menonjol meminta temnnya
                  yang  pasif  untuk  turut  aktif  dalam  kelompoknya.  Hal  tersebut
                  sejalan  dengan  tujuan  pembelajaran  kooperatif  yakni  membentuk
                  hubungan  sosial  yang  baik  dalam  kelompok.  Dalam  pembelajaran
                  kooperatif,  siswa  tidak  diarahkan  untuk  berkompetisi  melainkan
                  untuk bekerja sama dengan baik.
                        Berdasarkan pengamatan, metode dan teknik yang digunakan
                  siswa  dalam  menyelesaikan  tugas  adalah  dengan  cara  berbagi
                  tugas.  Beberapa  siswa  terlihat  mendiskusikan  hasil  temuannya

                  terkait tugas yang diberikan, dan siswa lain mencatat hasil temuan
                  mereka. Dalam pembelajaran kooperatif, hal ini sangat diharapkan.
                  Dengan membina kerja sama kelompok, siswa tidak hanya mampu
                  memecahkan permaslahan yang dihadapi, tetapi juga memiliki rasa
                  sosial yang tinggi dan saling menghargai antaranggota kelompok.
                        Pembelajaran kooperatif diharapkan dapat menjauhkan siswa
                  dari prasangka buruk terhadap siswa lainnya dalam satu kelompok.
                  Oleh  karenanya,  tindakan  dan  tanggapan  siswa  terhadap  ide
                  kritik/saran  temannya  dalam  kelompoknya  harus  berjalan  dengan
                  baik.  Berdasarkan  pengamatan,  siswa  yang  menyampaikan  kritik
                  dan  saran  yang  disampaikan  dengan  tata  cara  baik  dan  benar
                  mendapatkan  tanggapan  positif  dari  teman-teman  kelasnya  dan
                  dapat  diterima  oleh  mereka.  Meskipun  demikian,  terkadang  juga
                  terjadi  perdebatan  atara  siswa  satu  dengan  siswa  lainnya.  Pada
                  kelompok  tertentu,  ada  juga  siswa  yang  terlihat  tidak  nyaman
                  dengan kritikan yang diberikan. Hal ini, sebenarnya harus dihindari
                  dalam pembelajaran kooperatif. Perdebatan yang berakhir dengan
                  perasaan  tidak  senang  dari  salah  satu  anggota  kelompok  akan
                  berakibat tidak baik bagi penyelesaian tugas kelompoknya. Namun,
                  hal ini dapat dimaklumi mengingat peserta didik yang penulis amati
                  masih duduk di bangku kelas 7 MTs. Siswa seusia mereka memang
                  masih sangat sulit untuk mengendalikan emosinya.
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134