Page 197 - Cooperative Learning
P. 197
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 187
c) Setelah kelompok ahli mempelajari (berdiskusi)
tentangmaterinya masing-masing, setiap anggota kelompok
ahli kembali lagi ke kelompok asal untuk menjelaskan
/menularkan apa-apa yang telah mereka pelajari /diskusikan di
kelompok ahli.
d) Dalam tipe ini peran guru lebih banyak sebagai fasilitator,
yaitu memfasilitasi agar pelaksanaan kegiatan diskusi dalam
kelompok ahli maupun penularan dalam kelompok asal
berjalan secara efektif dan optimal
e) Setelah masing-masing anggota dalam kelompok asal selesai
menyampaikan apa yang dipelajari sewaktu dalam kelompok
ahli, guru memberikan soal/kuis secara individu kepada
seluruh siswa
f) Nilai dari pengerjaan kuis individual digunakan sebagai dasar
pemberian nilai penghargaan untuk masing-masing kelompok.
g) Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair and Share
h) Model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair and Share
dilakukan guru dengan cara sebagai berikut:
i) Guru mengajarkan materi seperti biasa, alat peraga disiapkan.
Dapat pula dilakukan melalui in focus yang mensyaratkan
setiap kelas memiliki perangkat lunak dan keras untuk
kepentingan pembelajaran.
j) Dengan melakukan tanya jawab yang bersipat linier, cair dan
jauh dari sipat instruktif, setelah sebelumnya guru memberikan
contoh soal.
k) Guru membrikan soal yangg dikerjakan siswa berdasar
persyaratan soal sebagai problem.
l) Guru melakukan panduan kepada siswa dalam menyelesaikan
soal yang diberikannya.
m) Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok
mengemukakan hasil diskusinya
n) Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan
pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum
diuangkapkan para siswa yang diakhiri dengan memberi
kesimpulan yang dilakukan guru

