Page 232 - Cooperative Learning
P. 232
222 BAB 4
Kajian pustaka
A. Belajar dan Pembelajaran
Pembelajaran dan belajar merupakan dua istilah yang selalu
berkaitan. Agar proses pembelajaran dapat dapat berlangsung
dengan baik, maka mesti ada peserta didik yang belajar dan
pendidik yang berperan sebagai perancang, pelaksana, fasilitator,
pembimbing dan penilai proses dan hasil pembelajaran.
Spears mendefenisikan belajar sebagai kegiatan
mengobservasi, membaca, mengintimidasi, mencoba sesuatu,
mendengar dan mengikuti perintah. Menurut Geoch belajar adalah
perubahan kemampuan dan keterampilan sebagai hasil dari praktik
yang dilakukan (Jufri, 2012: 37).
Sedangkan Pembelajaran adalah terjemahan dari bahasa
Inggris intruction yang banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi
koqnitif holistik yang menempatkan peserta didik sebagai sumber
kegiatan. Istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi
yang diasumsikan dapat membantu peserta didik belajar melalui
berbagai media seperti bahan-bahan cetak, program televisi,
gambar, audio, dan sebagainya (Jufri, 2012 : 40).
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat
pendidikan, Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata
susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme
merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual
yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi
sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan
tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat
fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan
diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan
memberi makna melalui pengalaman nyata.
B. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model
pembelajaran dimana peserta didik diorganisasikan untuk bekerja
dan belajar dalam kelompok yang memiliki aturan-aturan tertentu.
Dalam pembelajaran kooperatif peserta didik dikondisikan untuk
belajar bersama-sama dalam kelompok yang bersifat heterogen dari

