Page 234 - Cooperative Learning
P. 234
224 BAB 4
percobaan sebelum sampai pada generalisasi.sebelum siswa sadar
akan pengertian, guru tidak menjelaskan dengan kata-
kata.penggunaan metode discovery dalam proses belajar mengajar,
memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri inormasi
yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja
(Lisfiani,dkk, 2016).
Hamalik, 2006 dalam (Widura, dkk, 2015) menyatakan bahwa
guided discovery learning merupakan sistem dua arah dimana
proses pembelajarannya melibatkan siswa dan guru. Siswa
melakukan penemuan (discovery) dan guru berperan
dalammemberikan bimbingan (guided) dengan menganalisis
kesulitan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh siswa.
Sintaks guided discovery learning meliputi (Veermans, 2003) dalam
(Widura, dkk, 2015):
1) Orientation
2) Hypothesis generation
3) Hypothesis testing
4) Conclution
5) Regulations
Menurut Hamdani (2010: 185) langkah-langkah guided
discovery, yaitu:
1) Adanya problema yang akan dipecahkan, dinyatakan dalam
pertanyaan atau pernyataan
2) Jelas tingkat atau kelasnya
3) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui
kegiatan tersebut perlu ditulis dengan jelas
4) Alat atau bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan
siswa dalam melaksanakan kegiatan
5) Diskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan
kegiatan
6) Kegiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan
atau percobaan atau menemukan konsep atau prinsip yang
telah ditetapkan
7) Proses berfikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan
adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam
kegiatan.

