Page 227 - Cooperative Learning
P. 227
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 217
memahami apa yang seharusnya mereka lakukan dan dapat
mengurangi perbedaan pendapat antara anggota kelompok.
2) guru perlu membuat kerjasama yang menarik dan mengurangi
perilaku siswa yang dapat menghambat keberhasilan
pembelajaran kooperatif seperti beberapa siswa tidak tertarik
untuk bekerja sama dalam kelompok, beberapa siswa yang suka
memerintah, pemalu, enggan dengan menyediakan tugas-tugas
yang dapat selesai lebih cepat dan akurat dalam kelompok,
memilih tugas yang sesuai dengan minat khusus atau
kemampuan siswa yang enggan dan memastikan bahwa semua
siswa seperti mereka.
3) akan lebih baik jika guru dalam cara pengelompokan siswa
bervariasi dan tidak memberikan selalu memilih rekan tim, dan
peserta didik yang lemah memanfaatkan siswa yang tingkat rata-
rata dan baik dalam tim karena ketika siswa memilih rekan satu
tim mereka sendiri, mereka sering memilih teman-teman mereka
yang sering mereka bekerjasama dan ini akan mengurangi
kemampuan sosial mereka.
4) Saya lebih merekomendasikan bahwa guru dapat memantau
kemajuan kelompok dengan berkeliling di sekitar kelompok
karena dengan demikian siswa memahami bahwa guru
mengamati partisipasi dan tindakan mereka sehingga mereka
berupaya untuk menggunakan bahasa target dan tetap pada
topik. Selain itu, guru dapat mendorong siswa yang enggan
untuk bekerja dengan menggunakan beberapa ekspresi
pendukung seperti "Saya suka kontribusi anda dan mereka dapat
bermanfaat bagi kelompok lain" atau "Saya berpikir bahwa anda
berkolaborasi dengan cara yang cerdas."
Daftar pustaka
Dick, W., Carey, L., & Carey, J.O. (2011). The systematic Design Of
Instruction. New York: Allyn & Bacon, 2005.
Isjoni. (____). Cooperative Learning Efektifitas Pembelajaran
Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Kurikulum 2013 (Jakarta: Kementerian Pendidikan nasional).

