Page 225 - Cooperative Learning
P. 225

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     215

                  pembelajaran  kelompok  dibandingkan  guru  mengelompokkan
                  siswa    dalam    jumlah     makasimal     pembelajaran      kooperatif.
                  Penggunaan  waktu  dalam  penerapan  kooperatif  sudah  efisien
                  antara  5  sampai  10  menit.  Hal  ini  dianggap  sudah  efektif
                  penggunaan waktuu.
                        Siswa lebih suka berkerja dalam kelompok dari pada berkerja
                  sendiri,  siswa  sudah  bisa  mengikuti  pembelajaran  kooperatif.
                  Permasalahan  yang  dihadapi  guru  dalam  penerapan  pendekatan
                  koperatif  diantaranya  pemimpin  group  agak  sulit  dikendalikan
                  sering  menggunakan  ide-ide  sendiri  mengabaikan  ide  temannya
                  sehingga perlu kerja keras untuk mengatur mereka dan juga merasa
                  pendekatan  ini  belum  memberikan  manfaat  yang  signifikan  bagi
                  mereka.
                        Peran guru dalam kasus ini sebagai motivator memandu siswa

                  dalam  melaksanakan  tugasnya.  Dalam  pembelajaran  kooperatif
                  guru  juga  sebagai  peranan  sentral  proses  belajar  mengajar,  guru
                  sebagai  fasilitator,  media,  dan  juga  sebagai  pengambil  keputusan.
                  Jenis  penilaian  yang  berikan  guru  berupa  penilaian  individu  dan
                  kelompok dan juga menilai diri sendiri dalam kelompok.
                        Hasil  analis  siswa  mengatakan  bahwa  strategi  pembelajaran
                  kooperatif  di  laksanakan  dua  sampai  tiga  kali  sebulan,  jumlah  ini
                  dianggap  sudah  sering  guru  menerapkan  strategi  tersebut  dalam
                  proses  pembelajaran.  Pemilihan  kelompok  satu  sama  lain  dalam
                  satu kelompok yang dilakukan siswa berdasarkan arahan dari guru
                  sudah  terlihat  bagus,  cara  yang  demikian  dapat  meningkatkan
                  tanggung jawab dan keharmonisan serta sangat mendukung siswa
                  dalam  melakukan  tugas  kelompok.  Hoterogen  siswa  dalam
                  kelompok  juga  dapat  membantu  sama  lain  dalam  menyelesaikan
                  tugas  yang  diberikan  guru.  Siswa  bisa  berkontribusi  dalam
                  kelompok  kecil  maupun  besar  berbagi  ide  namun  ada  beberapa
                  siswa  yang  belum  bisa  menengarkan  arahan  dari  ketua  kelompok
                  sehingga disini perlu campur tangan guru yang lebih.
                        Kebanyakan  siswa  merespon  bahwa  mereka  suka  bekerja
                  dengan  rekanya  bisa  membagikan  informasi  sesama  namun
                  terkadang  mereka  tidak  suka  ketika  ada  rekan  yang  kurang  aktif
                  sehingga mengurangi motivasi kerja yang lain.
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230