Page 262 - Cooperative Learning
P. 262
252 BAB 5
A. Materi pengajaran
Dalam menentukan materi pengajaran dalam penerapan
cooperative learning, ada beberapa hal yang harus diperhatikan
guru, yaitu apakah metode ini cocok, apakah guru siap dengan
komibnasi materi dengan metode ini, dan apakah siswa siap dengan
kombinasi tersebut. Seperti apa yang telah diimplimentasikan oleh
guru di sekolah dasar kinderfield sebagai berikut, tergantung tema
apa kita lagi mau belajar apa yang dibutuhkan kerjasama
cooperative learning.
Kalau speakingia bisa karena kan lebih ke role play, kita kan
ada drama simple drama gitu.Kalau untuk listening itu kita general
untuk discussion, kalu kita SMP kan dulu ada Labnya saya bacakan
nih cerita terus bahas bareng-bareng. Ya kegiatan listening itu sih
pak, studentnya mendengarkan teachernya cerita lalu dibahas
tentang karakternya, tentang isinnya.
Dari data diatas bisa kita lihat bahwa guru tetap
mempertimbangkan tema yang tepat sebelum menggunakan
metode pembelajar koperatif dikelas. Karena tema menentukan
tanggapan siswa terhadap materi yang guru ajarkan. Selain tema,
pada konteks pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan
kerjsama antar siswa dimana tidak semua keterampilan berbahasa
Inggris diimplementasikannya cooperative learning. Pada
keterampilan berbicara bahasa Inggris, metode ini cukup sering
dipakai oleh guru karena untuk skill ini membutuhkan kelompok
agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik. Demikian juga
halnya dengan keterampilan menyimak merupakan unsur yang
sangat penting diajarkan dalam pembelajaran bahasa Inggis. Dalam
penerapan pembelajaran kooperatif pada skill menyimak, guru
langsung yang membacakan cerita kemudian siswa meyimak,
karena menyimak suara bahasa Inggris dari guru langsung lebih
mudah dipahami daripada rekaman, sekalipun dari native speaker
(Pinter, 2006).
B. Peran guru
Bagaimanapun Cooperative learning menuntut guru aktif
dalam hal mengorganisir kelas. Walaupun pada saat pembelajaran

