Page 264 - Cooperative Learning
P. 264

254                                                               BAB 5


                     Dari  data  diatas,  siswa  meresepon  secara  positif  terhadap
               aktifitas yang diberikan dalam pembelajaran bahasa Inggris dengan
               metode cooperative learning. Temuan ini relevan dengan penelitian
               sebelumnya  “The  Effects  of  Cooperative  Learning  Strategies  on
                                       th
               Vocabulary Skills of 4  Grade Students” yang dilakukan oleh Bilen
               dan  Tavil  (2015)  dimana  siswa  merespon  secara  positif  terhadap
               strategi  pemebelajaran  kooperatif  selama  proses  (belajar-
               mengajar)berlangsung.  Selain  itu,  dari  hasil  wawancara  ditemukan
               juga bahwa siswa yang rata-rata lebih senang diajarin teman sekelas
               dari pada guru mereka sendiri, mereka akan memiliki rasa percaya
               diri terutama untuk presentasi di depan kelas.

                  D. Tantangan yang dihadapi guru
                     Pada  dasarnya  tidak  ada  metode  pengajaran  bahasa  yang
               ideal  dalam  pengajaran  bahasa,  termasuk  metode  cooperative
               learning.    Tentunya     permasalahan-permasalahan         di    dalam
               pembelajaran  merupakan  tantangan  tersendiri  bagi  guru.  Berikut

               permasalahan  pada  metode  pembelajaran  kooperatif,  ya  kalau
               mendominasi  nya  iya  ,  karena  kan  dia  lebih  tahu  nih,  mmisalnya
               secara  pengetahuan  atau  konsep  pelajaran  dia  lebih  mengerti
               kelasnya  menjadi  terlalu  ramai  jadi  ada  beberapa  anak  yang
               fokusnya kurang.
                     Berdasarkan  data  diatas,  ada  dua  hal  yang  menjadi
               permasalahan  dalam  implementasi  cooperativelearning  di  kelas.
               Pertama  adalah  siswa  yang  lebih  pintar  dalam  kelompok  akan
               mendominasi  aktivitas  pembejaran  yang  ditugaskan  oleh  guru.
               Sehingga  siswa  yang  berkemampuan  rata-rata  akan  pasif  dalam
               kelompoknya. Permasalahan seperti ini juga terjadi pada penelitian
               yang  dilakukan  oleh  Kurniawan  (2013)  pembelajaran  kooperatif
               pada mata pelajaran bahsa ingris yang diterapakan pada siswa kelas
               VIII  SMP  Batu  Sangkar,  Sumatra  Barat    dimana  keals  sering
               didominasi  oleh  segelintir  siswa  yang  pintar,  selebihnya  hanya
               menjadi  penonton  yang  duduk  tanpa  melakukan  apa-apa.
               Permasalahan yang kedua adalah suasana kelas akan menjadi ramai
               (ribut)  hal  ini  dikarenakan  beberapa  kelompok  berdiskusi  dalam
               satu kelas. Tentunya hal ini menjadi hal yang harus dipertimbangkan
   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269