Page 261 - Cooperative Learning
P. 261
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 251
pengantar dan juga mempunyai diferensisasi pada kurikulum yang
berafiliasi kepada Cambridge.
B. Tempat penelitian, Akses, Sampling Procedures dan
Informan
Saya melakukan riset di Sekolah Dasar Swasta kinderfield,
Depok, Jawa Barat, Indonesia. Untuk mendapatkan informan saya
mendakati secara personal kepada guru bahasa Inggris yang yang
mengajar kelas II. Teknik sampling yang saya gunakan adalah
pusposive sampling. Pada purposive sampling peneliti secara
sengaja memilij informan dan tempat untuk memdalami suatu
phenomena tertentu (Creswell, 2012). Adapun partisipan adalah
seorang guru bahasa Inggis yang sudah berpengalaman di dunia
pendidikan, sehingga dalam penelitian ini hanya satu orang
informan yang terlibat.
C. Pengumpulan dan analisa data
Dalam studi ini, data dikumpulkan dengan semi-structured
interview dengan sejumlah pertanyaan yang telah disusun. Namun
dalam pelaksaan saya tidak terlalu terfokus kepada daftar
pertanyaan untuk mengejar dan mendalami kata kunci dari
informan. Sementara bahasa yang digunakan dalam wawancara
adalah bahasa Indonesia, agar lebih mudah dalam berkomunikasi
untuk memaknai dan mendalami terutama bagi peneliti menggali
lebih jauh tentang cooperative learning di kelas yang ia ajarkan.
Analisa data yang digunakan dengan mengtranskrip rekaman
wawancara, kemudian dianalisa baris perbaris untuk melihat kata
kunci, mengelompokkan menjadi kategori, dan mengembangkan
tema yang didapatkan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam penelitian ini ada empat tema yang ditemukan dalam
penerapan cooperative learning, yaitu (1) materi pengajaran, (2)
peran guru, (3) respon siswa, dan (4) tantangan yang dihadapi guru.

