Page 263 - Cooperative Learning
P. 263
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 253
cenderung ke student-centred. Peran guru didalam kegiatan
diminimalisir agar siswa yang lebih aktif, hal ini akan menumbuhkan
siswa menjadi mandiri dan dapat bekerja sama dalam tim. Berikut
adalah peran guru bahasa Inggris dalam pengelompokkan di kelas,
untuk story structure karna lebih mudah jadi bahas general
clasiification berpasang-pasangan mencari fakta dan opini kan
lebih sulit jadi satu kelompok lebih banyak siswanya. Saya kan di
kelas 2, untuk kelas1, 2,3 kita nyebutnya lower level. Kalau di lower
level masih kita yang menentukan. Berdasarkan itu, kemampuan
dan pengetahuan yang lebih baik, sama yang kurang.
Berdasarkan data diatas, ada kegiatan pembelajaran yang
membutuhkan hanya 2 orang siswa (berpasangan) dan ada juga
yang membutuhkan lebih dari 2 orang siswa. Hal ini tergantung
kebutuhan yang dituntut oleh kegiatan pembelajaran itu sendiri.
karena kelas II Sekolah Dasar adalah kelompok yang dikategarikan
lower level, sehingga dalam penentuan anggota kelompok
ditentukan oleh guru. Penentuan kelompok merupakan salah satu
dinamika kelas yang perlu dicermati. Hal ini merupakan salah satu
faktor yang menentukan berjalan tidaknya kegiatan pembelajaran
kooperatif. Keberagaman siswa dalam kelompok akan memungkin
mereka saling mengisi satu sama lain. Pemilihan anggota kelompok
yang dipilih guru (teacher-selected groups) biasanya bertujuan
adanya variasi anggota kelompok dalam hal kemampuan sehingga
bisa saling berbagi (Jacobs dan Hall, 2000).
C. Respon siswa
Salah satu indikator suskes tidaknya metode pengajaran yang
diterapkan adalah dengan melihat sikap atusias tidaknya siswa
selama metode cooperative learning yang diterapkan atau seperti
apa respon siswa terhadap metode tersebut. Berikut adalah respon
siswa pada pelajaran bahasa Inggris dengan metode pemebelajaran
kooperatif. Sangat antusias, kecuali kalau satu atau dua anak yang
memang dia tipenya eeee kurang bisa bersosialisasi diajarin sama
temennya tanpa digurui oleh gurunya dia sendiri, maka dia lebih
pede juga untuk tampil saat presentasi.

