Page 265 - Cooperative Learning
P. 265

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar           255

                  dan  diperhatikan  guru  sebelum  mengimplementasikan  metode
                  cooperative learning.

                  Kesimpulan dan Implikasi
                        Dari  empat  tema  yang  ditemukan  dalam  penerapan
                  cooperative learning, yaitu (1) Materi pengajaran, (2) peran guru, (3)
                  respon  siswa,  dan  (4)  tantangan  yang  dihadapi  guru.  Disimpulkan
                  bahwa penerapan cooperative learning pada siswa kelas II Sekolah
                  Dasar Kinderfield didapatkan bahwa pada kategori kelas anak-anak
                  pun  metode  ini  bisa  sukses  diterapkan  oleh  guru  bahasa  Inggris.
                  Dimana  selama  ini  berdasarkan  penelitian  sebelumnya  metode  ini
                  diimplementasikan  kebanyakan  pada  level  SMP,  SMA,  dan
                  perguruan  tinggi.  Selain  itu,  dalam  penelitian  ini  ditemukan
                  tantangan  ataupun  permasalahan  yang  timbul  untuk  dipecahkan
                  dengan  pendapat  para  ahli  atau  sebagai  rekomendasi  peneliti
                  selanjutnya.
                        Berdasarkan  empat  tema  yang  ditemukan  maka  dapat

                  disimpulkan,  pertama:  dalam  hal  materi  pengajaran,  speaking  dan
                  listening  skill  lebih  sering  digunakan  dalam  pembelajaran
                  kooperatif. Karena pada 2 ketampilan berbahasa ini dimungkinkan
                  untuk digunakan (sesuai dengan kurikulum dan silabus kinderfield).
                  Kedua, peran guru dalam  pengelompokkan berdasarkan kebutuhan
                  kegiatan pembelajaran kadang  hanya 2 orang siswa (berpasangan)
                  dan  ada  juga  yang  membutuhkan  lebih  dari  2  orang  siswa  yang
                  ditentukan oleh guru dengan mempertimbangkan komposisi dalam
                  kelompok  (mixed-level).  Ketiga,  siswa  meresepon  secara  positif
                  terhadap  aktifitas  yang  diberikan  dalam  pembelajaran  bahasa
                  Inggris  dengan  metode  cooperative  learning  dan  juga  siswa  lebih
                  nyaman  belajar  dengan  temannya  sendiri  di  kelompok  ketimbang
                  dengan  guru.  Keempat,  tantangan  atau  permasalah  penerapan
                  cooperative  learning  adalah  siswa  yang  lebih  pintar  dalam
                  kelompok akan mendominasi aktivitas pembejaran yang ditugaskan
                  oleh guru. Sehingga siswa yang berkemampuan rata-rata akan pasif
                  dalam kelompoknya. Selian itu, suasana ribut dikelas juga menjadai
                  tantangan.  Namun  permasalahan  ini  bisa  diatasi  sesuai  yang
                  disarankan Kagan (1992) dalam Jacobs dan Hall (2000) menyatakan
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270