Page 269 - Cooperative Learning
P. 269

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar           259

                  materi ajar dari guru memmiliki keterbatasan waktu. Dengan hanya
                  mengandalkan  pendengarannya,  mungkin  siswa  hanya  dapat
                  menyerap ilmu dan pengetahuan dari guru sebesar 50% saja. Selain
                  itu,  ketika  guru  mengulang-ulang  informasi  atau  penyampaian
                  informasi  berbeda  dengan  cara  yang  sama,  anak  pun  mengalami
                  kebosanan  sehingga  makin  rendah  lagi  informasi  yang  dapat
                  diserap.
                        Pembelajaran  bahasa  selalu  membutuhkan  interaksi  yang
                  memadai, baik antara siswa dan guru, maupun antarsiswa. Interaksi
                  yang  terbangun  diharapkan  dapat  menjadi  suatu  jembatan  dalam
                  pencapaian  tujuan  pembelajaran  bahasa.  Dalam  hal  ini  akan  lebih
                  khusus  lagi  ketika  kita  berbicara  tentang  pembelajaran  bahasa
                  kedua.
                        Guru atau pendidik harus memiliki kemampuan membimbing

                  dan  mengembangkan  potensi  siswa.  Oleh  karena  itu,  guru  juga
                  harus  membuat  suasana  yang  kondusif  bagi  siswa  agar  potensi
                  yang  siswa  miliki  dapat  berkembang  dalam  pembelajaran  bahasa.
                  Dengan  pembelajaran  bahasa  koopreatif,  peluang  pengembangan
                  potensi  tersebut  lebih  besar  dibandingkan  dengan  metode
                  konvensional berupa ceramah.
                        Dalam kerangka pendidikan di sekolah dasar, pelajaran Bahasa
                  Indonesia merupakan pelajaran yang wajib diajarkan kepada siswa.
                  Pembelajaran  Bahasa  Indonesia  menjadi  hal  utama  karena  materi
                  yang  diajarkan  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  keberhasilan
                  peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang lain, terutama
                  tentang membaca dan menulis.
                  Dalam kaitan itu, penulis melakukan mini riset tentang implementasi
                  pembelajaran  bahasa  Indonesia  dengan  pendekatan  kooperatif
                  pada jenjang sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri 15 Srengseng
                  Sawah.

                  Kerangka teoretik
                        Pembelajaran  bahasa  kooperatif  merupakan  salah  satu
                  alternatif  pendekatan  dalam  pembelajaran  bahasa.  Dalam
                  pembelajaran  ini,  siswa  dapat  membangun  dan  mengonstruksi
                  pengetahuan  kebahasaan  melalui  interaksi  yang  intensif  dengan
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274