Page 271 - Cooperative Learning
P. 271
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 261
setelah pembelajaran kooperatif dilaksanakan, setiap anggota juga
akan lebih siap dalam melaksanakan tugas secara mandiri.
Yang dimaksud dengan kesempatan yang sama untuk
mencapai keberhasilan adalah di dalam pembelajaran bahasa secara
kooperatif terdapat peluang untuk berhasil bagi setiap anggota
kelompok sama. Sekalipun pada masa awal pembelajaran siswa
berada pada tingkatan prestasi yang berbeda, ada yang berada
dalam posisi prestasi rendah, sedang, atau tinggi, mereka secara
bersama-sama memperoleh kesempatan yang sama menuju
keberhasilan.
Pembelajaran bahasa secara kooperatif memiliki berbagai
keuntungan yang patut dipertimbangkan untuk menjadi pilihan
guru. Beberapa keuntungan dalam pembelajaran bahasa secara
kooperatif adalah sebagai berikut: 1) meminimalkan peran berbicara
guru; 2) meningkatkan peran berbicara siswa; 3) Pembicaraan siswa
lebih beragam; 4) Lebih banyak interaksi dan negoisasi yang
bermakna; 5) informasi yang lebih komprehensif; 6) Suasana kelas
yang terasa santai; 7) Motivasi belajar yang lebih tinggi.
Jika dalam pembelajaran dengan metode ceramah, guru
sangat aktif berbicara, dalam pembelajaran kooperatif, peran guru
dalam berbicara menjadi berkurang. Sebaliknya, dalam
pembelajaran kooperatif, siswa dituntut untuk meningkatkan
perannya dalam berbicara. Hal ini berlaku tidak hanya kepada siswa
yang pada dasarnya sudah aktif, tetapi juga untuk siswa yang
biasanya sulit aktif dan berpartisipasi dalam kelas. Diharapkan,
ketika siswa diberi kesempatan berbicara yang lebih banyak, topik
pembicaraan siswa pun menjadi lebih beragam dan bervariasi.
Ketika siswa diberi kesempatan yang cukup untuk berbicara, siswa
lebih banyak melakukan interaksi dan negoisasi yang lebih
bermakna. Demikian pula ketika suatu materi didiskusikan dan
dibahas secara lebih mendalam, automatis informasi yang diterima
lebih komprehensif. Karena siswa diberi kesempatan untuk
berbicara, suasana kelas jauh dari kesan monoton. Siswa merasa
lebih santai dalam belajar. Ketika peran siswa ditingkatkan, siswa
merasa lebih bersemangat. Dengan demikian, secara automatis
motivasi menjadi lebih tinggi.

