Page 274 - Cooperative Learning
P. 274
264 BAB 5
Hasil penelitian
Bahasa Indonesia diajarkan di sekolah dasar sebagai salah satu
tuntutan kurikulum nasional. Pengajaran bahasa Indonesia juga
merupakan pengejawantahan dari berbagai perundangan yang ada
di Indonesia, terutama Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar sejatinya
dilakukan oleh guru kelas. Akan tetapi, terdapat kebijakan tertentu
pada sekolah tertentu yang melaksanakan pengajaran Bahasa
Indonesia dengan guru mata pelajaran. Dalam hal ini, karena
sumber daya manusia cukup memadai, guru Bahasa Indonesia
diampu oleh satu orang guru, khususnya untuk siswa kelas 4, 5, dan
6. Kebijakan ini bersifat inovatif sehingga akan dievaluasi
keefektifannya.
Dalam hasil penelitian ini akan disampaikan beberapa hal
pokok yang diungkapkan dari data penelitian, yaitu 1) teknik
pembelajaran di kelas, 2) bahan ajar, 3) respons siswa, dan 4)
tantangan yang dihadapi guru.
A. Teknik Pembelajaran di Kelas
Dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas,
guru tidak menetapkan salah satu teknik tertentu yang dilakukan
secara terus-menerus. Guru mempertimbangkan kebutuhan siswa,
materi ajar, serta situasi dalam kelas sebelum memutuskan teknik
apa yang akan mengiringi pembelajarannya di kelas.
Dari hasil wawancara, sebenarnya guru tersebut telah
melaksanakan beberapa teknik pembelajaran bahasa secara
kooperatif, misalna dengan kelompok berpasangan ketika
mengerjakan tugas, berdiskusi kelompok untuk materi tertentu, dan
penugasan yang membutuhkan interaksi sesama siswa, Sekalipun
demikian, sebagai sebagai suatu istilah cooperative language
learning tidak dikenal oleh guru. Berikut ini beberapa teknik
pembelajaran yang dilakukan guru.
Secara umum terdapat tiga pendekatan yang dilakukan guru.
Nomor Pendekatan Teknik
Pembelajaran Bahasa Berpasangan

