Page 277 - Cooperative Learning
P. 277

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar           267

                        Guru  membatasi  pembelajaran  dengan  teknik  berkelompok.
                  Secara  pribadi  guru  menyampaikan  bahwa  dibutuhkan  strategi
                  khusus  untuk  pengelompokan.  Pengelompokan  hanya  dilakukan
                  untuk materi-materi tertentu. Kelasa sekolah dasar dianggap belum
                  memiliki kemandirian untuk membuat kelompok secara dinamis da
                  bermakna,  tanpa  diringi  dengan  kejadian  yang  tidak  terduga,
                  seperti munculnya siswa yang menangis ketika bekerja kelompok.

                     D. Tantangan Guru
                        Guru  memiliki  tantangan  yang  cukup  berat  karena  harus
                  mengorganisasikan  pembelajaran  dengan  berbagai  variasi  model
                  pembelajaran.  Guru  harus  memiliki  kecerdasan  dalam  tanggap
                  situasi  karena  yang  diajarkan  adalah  siswa  sekolah  dasar.  Mereka
                  masih  memiliki  pola  yang  berubah-ubah  secara  mendadak.  Oleh
                  karena  itu,  dibutuhkan  kebijaksanaan  guru  dalam  menentukan
                  teknik pembelajaran yang tepat untuk mereka.
                        Guru juga mendapat tantangan untuk mempelajari lebih lanjut

                  tentang  model-model  pembelajaran  sehingga  ia  makin  dapat
                  memilih  model  yang  cocok  untuk  situasi  kelasnya  yang  selalu
                  dinamis.  Tanpa  pemahaman  yang  benar,  sekalipun  dilakukan
                  mungkin akan tidak efektif. Sebagai contoh, guru mengeluh bahwa
                  ketika belajar kelompok siswa terlalu berisik atau ribut, bahkan ada
                  di  antara  mereka  yang  mengangis.  Untuk  itu,  perlu  dilakukan
                  tahapan tertentu sebelum tugas berkelompok dilakukan guru.

                  Simpulan
                        Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  guru  telah
                  melaksanakan  setidaknya  tiga  model  pembelajaran,  yaitu  yaitu
                  pembelajaran bahasa kooperatif, (Cooperative Language Learning),
                  Pengajaran Berbasis Tugas (Task Based Teaching), dan Pembelajaran
                  Berbasis  Isi  (Conten-Based  Instruction).  Guru  berpijak  pada
                  pemahaman  bahwa  situasi  dan  materi  tertentu  menuntut  teknik
                  pembelajaran  tertentu  sehingga  tidak  mungkin  siswa  dikondisikan
                  dalam situasi kelompok secara terus-menerus. Hal lain yang dapat
                  disimpulkan  adalah  masih  dibutuhkan  keaktifan  guru  untuk
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282