Page 282 - Cooperative Learning
P. 282

272                                                               BAB 6


               Pembahasan
                  A. Keterampilan Mendengarkan bahasa sebagai suatu proses
                     Keterampilan  menyimak  bahasa  adalah  suatu  proses
               mengindentifikasi  dan  memahami  apa  yang  dikatakan  orang  lain.
               Keterampilan     mendengarkan        adalah    proses    mental    yang
               membutuhkan  perhatian,  persepsi  untuk  mengerti,  dan  memori
               untuk mengingat dari si pendengar. Untuk mengerti informasi yang
               disampaikan  penutur,  seorang  pendengar  mempergunakan
               pengetahuan  linguistic  dan  non  linguistiknya.  Ketika  seorang
               pendengar  hanya  menggunakan  pengetahuan  linguistiknya  saja
               seperti  ponetik,  suku  kata,  leksikal,  sintaksis,  dan  prakmatik  untuk
               menginterpretasi suatu pesan pada saat menyimak pesan itu, maka
               seseorang  itu  disebut  sedang  menerapkan  proses  menyimak
               bottom-up.  Sebaliknya  bila  orang  tersebut  menggunakan
               pengetauan terdahulunya atau scemata seperti pengalaman terkait
               isi  dari  pesan  yang  dia  dengar,  maka  orang  itu  disebut  sedang
               menerapkan proses menyimak top-down.
                     Menariknya  proses  menyimak  pesan  secara  efektif  hanya
               dapat dicapai dengan menggunakan kedua proses tersebut di atas.
               Sehingga  ketika  seorang  sedang  memberikan  perhatiannya  pada
               suatu  informasi  yang sedang  dibacakan, orang  ini pada  saat  yang

               sama  juga  mencoba  mengerti  dan  membuat  kesimpulan  atas  apa
               yang dia dengarkan. Kesimpulan ini nantinya akan disimpan dalam
               memori  orang  ini  dan  akan  digunakan  lagi  nanti  pada  saat  ia
               mendengarkan informasi yang sama, atau kesimpulan tersebut akan
               dijadikan  bahan  pembicaraan  dalam  suatu  percakapan.  Namun
               sayangnya  tidak  semua  pendengar  khususnya  siswa-siswa  yang
               sedang  belajar  keterampilan  mendengarkan  Bahasa  Inggris
               mempunyai  kecukupan  pengetahuan  linguistic  dan  non-linguistik,
               konsekwensinya  mereka  mengalami  kesulitan  untuk  mengerti
               informasi  apa  yang  sedang  mereka  dengar.  Untuk  itu  para  murid
               perlu  dibantu  dalam  belajar  menyimak,  salah  satunya  dengan
               menciptakan suasana belajar yang memberikan mereka kesempatan
               berinteraksi satu sama lain. Menurut Brown belajar mendengarkan
               juga  berarti  melajar  merespon.  Para  siswa  akan  terbantu  dalam
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287