Page 287 - Cooperative Learning
P. 287
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Pendidikan Kursus 277
negosiasi baik dalam segi arti kata atau isi pebicaraan. Sehingga
semakin sering mereka balajar menyimak dan merespon, hal ini
akan membantu mereka meningkatkan keterampilan menyimak
bahasa Inggris mereka. Menurut Brown belajar mendengar pada
dasarkan juga belajar merespon. Untuk dapat merepon dengan
baik, siswa perlu belajar berkelompok atau cooperative learning.
Pembelajaran cooperative learning atau kerja kelompok adalah
siswa belajar bersama dalam kelompok yang terstruktur sehingga
setiap anggota kelompok harus bekerjasama untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Para siswa tidak hanya belajar dan bekerja
sama, tetapi juga bertanggung jawab atas pembelajaran kelompok
dan diri mereka sendiri. Kerjasama ini mencakup aspek interaksi
siswa dengan siswa dan guru, komunikasi antar siswa dengan siswa
dan guru termasuk bahasa yang mereka pakai disaat interaksi
berlangsung, teknik yang digunakan siswa, peran siswa dan guru,
serta komitmen siswa terhadap kerjasama mereka. Solohin
mengklasifikasikan seluruh aspek tersebut sebagai ciri dari
pembelajara cooperative learning. Seluruh aspek pembelajaran
berkelompok ini merupakan cerminan karakteristik dari cooperative
learning.
Temuan dan Diskusi
A. Temuan
Seperti sudah diuraikan di atas, bahwa temuan berupa data
catatan proses pembelajaran bahasa Inggris selama 100 menit di
kelas, dan catatan berupa aspek-aspek yang perlu diperhatikan
dalam pembelajaran CLL. Penelitian dilakukan di sebuah Lembaga
Pendidikan Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA Kalimalang
Bekasi.
Objek yang dijadikan penelitian adalah dua belas aspek yang
merupakan ciri pembelajaran cooperative learning, sementara
subjek penelitian adalah dua orang guru yang mengajarkan Bahasa
Inggris pada kelas Intermediate 3, yang terdiri dari lima belas
sampai dua puluh orang siswa. Para siswa ini berasal dari berbagai
sekolah negeri dan swasta di Bekasi. Mereka belajar bahasa Inggris

