Page 284 - Cooperative Learning
P. 284
274 BAB 6
Alasan 4: seseorang belajar bagaimana aturan kooperatif maxims ini
direaliasikan pada bahasa ibu melalui interaksi ringan pada
percakapan sehari hari.
Alasan 5: seseoang belajar bagaimana aturan maxim ini
direalisasikan pada bahasa kedua melalui partisipasi pada interaksi
terstruktur secara bersama.
CLL mendukung model pembelajaran struktur, fungsional, dan
interaksi karna aktifitas pembelajaran CLL difokuskan pada bentuk
bahasa dan pelatihan fungsi bahasa.
b. Teori tentang pembelajaran
CLL berangkat dari teori perkembangan psychologists Jean
Piaget dan Lev Vygotsky dalam Richards yang menekan peran
utama dari interaksi social. Alasan utama dari CLL adalah siswa
mengembangkan kompetensi komunikasi mereka dalam berbahasa
dengan cara mengkonversi situasi yang terstruktur secara social dan
pedagogic. CLL menyarankan bahwa struktur interaksi tertentu
adalah optimal untuk belajar aturan-aturan yang tepat dan praktis
dalam mengkonversi suatu bahasa baru. CLL juga mencoba
mengembangkan cara berfikir kritis siswa.
2. Peran Guru dan Siswa
Tujuan CLL untuk meningkatkan kerjasama daripada
kompetisi, disamping untuk mengembangkan cara berfikir kritis,
dan juga untuk mengembangkan kompetensi berbicara melalui
aktifitas interaksi social. Peran siswa dalam CLL adalah anggota dari
suatu group yang harus bekerja sama dengan anggota group lain.
Siswa adalah sebagai inisiator dari proses belajar mereka. Siswa
diajarkan melakukan perencanaan, monitor, dan mengevaluasi
pembelajaran mereka sendiri sehingga setiap anggota harus aktif
berperan serta dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran.
Peran siswa sebagai director, monitor, perencana, pengevaluasi ini
tentu saja disesuaikan dengan level kemampuan murid murid itu
sendiri. Dalam setiap group selalu ada seseorang yang ditunjuk
sebagai yang berinisatif menggerakan kegiatan groupnya. Orang ini
idealnya yang memiliki kemampuan lebih sedikit dibanding teman-
temannya, contohnya pada saat pembagian tugas dalam kelompok

