Page 285 - Cooperative Learning
P. 285
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Pendidikan Kursus 275
atau pada saat suatu group akan presentasi, harus ada satu orang
yang memimpin. Para pemimpin ini juga harus mampu memonitor
jalannya presentasi atau mengevaluasi kerja teman-temanya, serta
bertanggungjawab atas hasil kerja kelompok mereka. Pada dasarnya
setiap murid dapat saja menjadi pemimpin di dalam suatu group
secara bergiliran.
Sementara peran guru adalah menciptakan environment kelas
dan belajar yang terstruktur baik, menentukan tujuan, perencanaan
tugas murid, menata kelas, memberikan penugasan group dan
aturan kepada siswa, menseleksi materi dan waktu pembelajaran.
Peran paling penting adalah sebagai fasilitator dimana guru harus
tidak hanya duduk tapi berkeliling untuk membantu murid atau
group yang memerlukan bantuan. Guru selama mengajar tidak
hanya berinteraks dengan murid tapi juga memfokuskan perhatian
murid yang mulai buyar, klarifikasi jawaban murid lain, mensuport,
bertanya, dan menekankan apa yang perlu murid ketahui. Frekwensi
guru berbicara di kelas lebih sedikit dibanding siswa karna murid
sangat diharapkan memperaktekan bahasa yang mereka pelajari
dan memberikan ide-ide terkait pelajaran mereka dengan bahasa
tersebut. Guru hanya membantu siswa dengan menberikan
pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya memancing untuk murid
dapat berfikir kritis. Mernurt Harel dalam Richards guru juga
mempersaipkan tugas yang akan dilaksanakan murid, membantu
murid melaksakan tugas tersebut, memberikan komentar terhadap
tugas yang dikerjakan siswa, dan memastikan adanya disiplin dalam
pembelajaran.
3. Elemen dalam penerapan CLL
Agar pembelajaran metode CLL ini berjalan baik, Olsen dan
Kagan dalam Richards mengajukan beberapa elemen:
a. Positive interdependence
Hal ini akan terjadi apabila anggota group merasa bahwa
sesuatu yang dapat menolong satu anggota akan dapat juga
menolong yang lain, Sesutu yang menyakiti satu anggota kan
menyakiti yang lain.

