Page 283 - Cooperative Learning
P. 283

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Pendidikan Kursus       273

                  mendengarkan  informasi  ketika  mereka  melakuka  interaksi  dalam
                  sebuah pembeajaran baik berpasangan maupun berkelompok.

                     B. Pembelajaran Cooperative Learning
                        Cooperative learning Menurut Johnson adalah kerja kelompok
                  terarah  sehingga  pembelajaran  bergantung  pada  perubahan
                  informasi yang terstruktur secara bersama antar para murid-murid
                  dalam kelompok dan setiap murid bertanggung jawab pada proses
                  belajar mereka dan termotivasi meningkatkan pembelajaran murid
                  yang  lain.  Dari  definisi  diatas  dapat  diungkap  bahwa  murid  yang
                  kebetulan  memiliki  kemampuan  skill  berbahasa  yang  baik  dapat
                  membantu yang kurang baik, dan semua murid harus terlibat dalam
                  proses  pembelajaran  karna  mereka  perlu  bertanggungjawab  atas
                  apa  yang  mereka  pelajari.  Oleh  karena  para  murid  bekerjasama
                  dalam melakukan tugas-tugas, sehingga banyak membawa manfaat
                  bagi mereka.

                     1. Landasan
                        Model  pembelajaran  cooperative  learning  atau  Cooperative
                  Language  Learning  (CLL)  merupakan  model  belajar  kelompok
                  dimana  para  siswa  terlibat  aktif  dalam  proses  belajar  baik  dalam

                  kelompok  sendiri  maupun  dengan  kelompok  lain.  Model
                  pembelajaran ini mengacu pada dua pendekatan yaitu:
                        a.  Teori tentang bahasa
                  CLL dibangun alasan-alasan:
                  Alasan  1:  menurut  Weeks  dalam  Richards,  berkaca  pada  buku
                  berjudul “Born to talk” bahwa semua anak yang berkembang secara
                  normal  belajar  berbicara,  kita  seperti  diprogram  untuk  berbicara,
                  sehingga komunikasi adalah tujuan utama dari belajar bahasa
                  Alasan  2:  menurut  Richard  and  Smitdt  dalam  Richards  sebagian
                  besar  aktivitas  berbicara  diatur  dalam  percakapan.  Manusia
                  melakukan percakapan tentang aktivitas-aktivitas yang penting dan
                  menarik buat mereka
                  Alasan  3:  menurut  Grice  dalam  Richards  percakapan  dilakukan
                  menurut aturan tertentu/prinsip “maxims” –what to say, where and
                  how to say.
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288