Page 260 - Cooperative Learning
P. 260

250                                                               BAB 5


               sekolah  negeri  yang  masih  menjadi  incaran  bagi  siswa  dan  orang
               tua.  Oleh  karena  itu,  cooperative  learning  memungkinan  untuk
               menjawab  dinamika  pembelajaran  bahasa  Inggris,  sehingga  guru
               tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu akan tetapi siswa bisa
               saling belajar antar sesama.
                     Penerapan  cooperative  learning  telah  diteliti  oleh  beberapa
               peneliti sebelumnya (Muller & Fleming, 2001;Goyak,  2009; Gillies &
               Boyle, 2010; Meng,2010; ; Yu Chen,2011; Celik, Aytin, Bayram, 2013;
               Kristiawan,  2013;  Pan &  Wu,  2013;  Árnadóttir,  2014;  Bilen  &  Tavil,
               2015;Wei  &  Tang,  2015).  Walaupun  demikian  belum  ada  yang
               mengeksplorasi penerapan metode ini pada kelas II Sekolah Dasar
               bertaraf  internasional.  Dimana  pada  sekolah  ini  bahasa  pengantar
               adalah  bahasa  Inggris,  sementara  kurikulum  yang  digunakan  juga
               berbeda  yaitu  kinderfield  yang  berafiliasi  kepada  Cambridge.

               Uniknya, umumnya murid adalah masyarakat yang memiliki bahasa
               ibu  bahasa  Indonesia,  sementara  disekolah  mereka  menggunakan
               bahasa Inggris. Oleh karena itu hal ini cukup menarik untuk dikaji,
               untuk  melihat  bagaimana  pembelajaran  kooperatif  diterapkan
               disekolah yang berbeda pada umumnya, terutama di Indonesia.

               Metodologi penelitian
                  A. Pendekatan penelitian
                     Tujuan  peneletian  ini  adalah  untuk  mengetahui  bagaimana
               implementasi  cooperative  learning  di  kelas  II  Sekolah  Dasar
               Kinderfield,  Depok,  Jawa  Barat,  Indonesia.    Kualitatif  adalah
               pendekatan  yang  saya  gunakan  dalam  penelitian  ini.  Penelitian
               kualitatif  adalah  pengumpulan,  analisa  dan  intrepretasi  terhadap
               pemahaman data naratif dan visual untuk mendapatkan pandangan
               pada phenomena tertentu (Gay, Mills, & Airasian, 2012). Sedangkan
               metode  yang  digunakan  adalah  studi  kasus,  dimana  peneliti
               mengadakan  telaah  secara  mendalam  tentang  suatu  kasus,
               kesimpulan hanya berlaku atau terbatas pada suatu kasus tertentu
               saja  (Iskandar,  2013).  Dalam  hal  ini  saya  menggambarkan
               bagaimana  implementasi  cooperativelearning  dalam  pembelajaran
               bahasa  Inggris  di  kelas  II  Sekolah  Dasar  Kinderfield,  institusi
               pendidikan  ini  menggunakan  bahasa  Inggris  sebagai  bahasa
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265