Page 255 - Cooperative Learning
P. 255

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar           245

                  langsung menerapkan yang sudah ada, tanpa melakukan modifikasi
                  terlebih dahulu.
                        Selain  penerapan  model  pembelajaran,  responden  juga
                  menggunakan       media     pembelajaran      yang    tentunya    dapat
                  menunjang  proses  pembelajaran.  Berbagai  media  yang  digunakan
                  dalam  merangsang  daya  nalar  siswa  diantaranya  dengan
                  menggunakan  media  gambar  maupun  media  audiovisual  yang
                  digunakan  dalam  pembelajaran  menulis  karangan  maupun  dalam
                  pembelajaran  sastra.  Pada  substansinya  media  yang  diterapkan
                  dalam  pembelajaran  di  kelas  tentunya  mempunyai  daya  tarik
                  tersendiri bagi siswa dalam proses berkreasi.
                        Sebagaimana yang dikemukakan Anita Lie bahwa Cooperative
                  Learning  merupakan  suatu  pembelajaran  yang  bersifat  gotong-
                  royong atau kerjasama, yakni sistem pengajaran yang memberikan

                  kesempatan  kepada  peserta  didik  untuk  saling  bekerja  sama
                  dengan sesama siswa dalam tugas yang terstruktur. Dalam hal ini,
                  guru bertindak sebagai fasilitator.

                  Kesimpulan dan Saran
                     A. Kesimpulan
                        Berdasarkan  temuan  penulis  dalam  melakukan  wawancara

                  terhadap Bapak Khairul Anwar, S.Pd., guru SIT Al- Bina  Kab. Luwu
                  Timur,  disimpulkan  bahwa  pada  dasarnya  telah  menerapkan
                  Cooperative  Learning  dalam  pembelajaran  bahasa  Indonesia.
                  Namun hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan karateristik
                  siswa  yang  diajar.  Selain  itu,  terdapat  kendala  yang  dialami  oleh
                  guru  dalam  menerapkan  pembelajaran  kooperatif,  diantaranya
                  perlunya pengawasan yang lebih, karena terkadang jika siswa diberi
                  tugas  kelompok,  hanya  satu  atau  dua  orang  saja  yang  aktif
                  mengerjakan,  dan  estimasi  waktu  yang  dibutuhkan  terkadang
                  kurang sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Adapun dari
                  segi  positifnya,  responden  mengemukakan  bahwa  selama
                  penerapan  Cooperative  Learning  dalam  proses  pembelajaran
                  bahasa  Indonesia  rata-rata  kemampuan  siswa  dalam  menulis  dan
                  berbicara meningkat dengan baik.
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260