Page 251 - Cooperative Learning
P. 251
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 241
menerapkan Cooperative Learning. Namun, dalam hal ini responden
tidak mengemukakan bahwa semua materi harus diterapkan
pembelajaran kooperatif, tetapi bergantung pada materi yang
sesuai dengan penerapan Cooperative Learning. Selain itu,
responden juga masih tetap menggunakan pembelajaran yang
sifatnya konvensional yakni pemberian ceramah dan pemberian
tugas. Hal tersebut dilakukan jika responden tidak mempunyai
banyak waktu dalam merancang pembelajaran.
Data hasil wawancara selanjutnya yakni berkaitan dengan
media yang sering digunakan oleh guru dalam menunjang
pembelajaran di kelas. Berikut kutipan hasil wawancara.
Data Wawancara 3
P : Selain model pembelajaran, media apa yang mendukung
pembelajaran Bapak di kelas?
R : Media yang sering saya gunakan yaitu media gambar.
Contohnya materi “Menceritakan tokoh idola” setiap siswa saya
tugaskan untuk membawa foto atau gambar berdasarkan idola
mereka. Setelah itu, siswa saya kasi tugas bercerita di depan kelas
dengan memperlihatkan foto atau gambar idola mereka. Media
seperti ini sangat membantu siswa dalam mengungkapkan
argumennya. Selain media gambar, saya juga terkadang
menggunakan media audio visual pada pembelajaran cerpen,
langkah yang saya terapkan yakni memutarkan video-video yang
berupa cerita rakyat, setelah itu saya suruh siswa menyusun kembali
cerita tersebut dengan kata-kata sendiri.
Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa selain
pembelajaran kooperatif, responden juga menggunakan media
dalam menunjang pembelajaran di kelas. Sebagai contoh media
yang sering digunakan berupa media gambar dan media audio
visual. Pada media gambar yakni diterapkan pada pembelajaran
“Menceritakan tokoh idola”, sedangkan media audio visual
diterapkan pada pembelajaran cerpen. Hal ini dilakukan oleh guru
untuk menghindari kejenuhan yang mungkin bisa terjadi pada siswa
di kelas jika pembelajaran berisfat monoton.

