Page 246 - Cooperative Learning
P. 246
236 BAB 5
ditugaskan dan untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok
lainnya melakukan hal yang sama.
b) Didasarkan pada manajemen kooperatif
Sebagaimana pada umumnya, manajemen mempunyai empat
fungsi pokok, fungsi tersebut dapat berupa perencanaan,
organisasi, pelaksanaan, dan fungsi kontrol. Pada Cooperative
Learning fungsi perencanaan menunjukkan bahawa Cooperative
Learning memerlukan perencanaan yang matang agar proses
pembelajaran berjalan secara efektif. Fungsi organisasi
menunjukkan bahwa pekerjaan bersama antar setiap anggota
kelompok, oleh sebab itu, perlu diatur tugas dan tanggung jawab
setiap anggota kelompok. Sedangkan fungsi pelaksanaan
menunjukkan bahwasanya Cooperative Learning harus dilaksanakan
sesuai perencanaan, melalui langkah-langkah pembelajaran yang
telah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang telah
disepakati bersama. Fungsi selanjutnya, adalah fungsi kontrol
menunjukkan bahwa dalam Cooperative Learning perlu ditentukan
kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun nontes.
c) Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan dalam Cooperative Learning dapat ditentukan
oleh keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip kerja
sama perlu ditekankan dalam proses Cooperative Learning. Setiap
anggota kelompok bukan saja harus diatur oleh tugas dan
tanggungjawab masing-masing, akan tetapi perlu juga ditanamkan
perlunya saling membantu.
d) Keterampilan bekerja sama
Kemauan dalam bekerja sama perlu dipraktikkan melalui
aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan
bekerja sama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau
dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain.
3. Penataan Ruang Kelas pada Cooperative Learning
Keberhasilan Cooperative Learning tentunya juga didukung
oleh penataan kelas yang sesuai dengan karakteristik peserta didik
yang akan menerima materi pembelajaran. Penataan ruang kelas
harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat menunjang

