Page 247 - Cooperative Learning
P. 247

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar           237

                  pembelajaran yang efektif. Tentu saja, dalam hal ini, keputusan guru
                  dalam menata ruang harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi
                  ruang kelas dan sekolah.
                        Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menata ruang
                  kelas  sebelum  menerapkan  Cooperative  Learning  dalam  proses
                  pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
                     a) Ukuran ruang kelas.
                     b) Jumlah siswa.
                     c) Tingkat kedewasaan siswa yang akan mengikuti pembelajaran.
                     d) Toleransi  guru  dengan  kelas  yang  berdampingan  terhadap
                        kegaduhan siswa.
                     e) Toleransi masing-masing siswa terhadap kegaduhan siswa lain.
                     f)  Pengalaman  guru  dan  siswa  dalam  menerapkan  Cooperative
                        Learning.

                        Penataan     kelas    dalam     Cooperative     Learning     perlu
                  memperhatikan  aspek-aspek  tertentu.  Bangku  perlu  ditata
                  sedemikian  rupa  sehingga  siswa  dapat  melihat  guru/  papan  tulis
                  dengan jelas, bisa melihat rekan-rekan kelompoknya dengan baik,
                  dan  tentunya  berada  dalam  jangkauan  kelompok  dengan  merata.
                  Kelompok  bisa  dekat  satu  sama  lain,  tetapi  tidak  menggangu
                  kelompok  yang  lain  dan  guru  bisa  menyediakan  sedikit  ruang
                  kosong di salah satu bagian kelas untuk kegiatan lain.

                        4. Pengelolaan Kelas pada Cooperative Learning
                     a) Pengelompokan
                        Pengelompokan secara heterogenitas merupakan ciri-ciri yang
                  paling  menonjol  pada  Cooperative  Learning.  Kelompok  heterogen
                  dapat  dibentuk  dengan  memperhatikan  keanekaragaman  gender,
                  latar belakang agama, sosio-ekonomi dan etnik, serta kemampuan
                  secara  akademik.  Dalam  hal  kemampuan  secara  akademik,
                  penerapan  Cooperative  Learning,  biasanya  terdiri  atas  satu  orang
                  berkemampuan  akademis  tinggi,  dua  orang  dengan  kemampuan
                  sedang, dan satu dari kemampuan akademik kurang.
                     b) Semangat Cooperative Learning
                        Agar  kelompok  dapat  bekerja  secara  efektif  dalam  dalam
                  proses  Cooperative  Learning,  masing-masing  anggota  kelompok
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252