Page 244 - Cooperative Learning
P. 244
234 BAB 5
Kajian pustaka
A. Cooperative Learning
1. Hakikat Cooperative Learning
Cooperative Learning berasal dari kata Cooperative yang
artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dan saling
membantu satu sama lainnya, sebagai satu kelompok atau satu tim.
Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif merupakan
salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan pada paham
konstruktivis, dalam hal ini pembelajaran diharapkan dapat
membangun interaksi antara siswa dalam proses pembelajaran.
Cooperative Learning pada dasarnya merupakan sebuah
model pembelajaran yang sengaja diciptakan untuk mencapai
pembelajaran yang maksimal di dalam ruang kelas. Model ini diteliti
pada tahuan 1970-an. Pada waktu itu, empat kelompok peneliti
independen mulai mengembangkan dan meneliti teknik-teknik
Cooperative Learning di dalam kelas. Saat ini, sudah banyak peneliti
di seluruh dunia yang mempelajari aplikasi praktis dari prinsip-
prinsip Cooperative Learning, dan hasilnya telah banyak ditemukan
teknik-teknik Cooperative Learning baru yang ditemukan.
Slavin mengemukakan In cooperative learning methods,
student work together in four teams to master material initially
presented by the teacher. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa
Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran di mana
sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang
berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang
siswa lebih bergairah dalam belajar.
Giilles dan Ashman juga menjelaskan bahwa pembelajaran
kooperatif yaitu Planecing students in groups and expecting them
to together will nomort necessarily promote co-operative learning.
Some children will defer to the more able children in the group who
may take over the important roles in ways that benefit them at the
expense of other group members. Similarly, Other students will be
inclined to leave the work to others while they exercise only token
commitment to the task (Gillies, 2003: 37).
Sistem pembelajaran ini diharapkan siswa mampu membagi
pengetahuannya kepada siswa lainnya, agar pembelajaran dapat

