Page 249 - Cooperative Learning
P. 249
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 239
Seorang siswa yang mempunyai kompetensi bahasa yang
baik, maka diharapkan dapat berkomunikasi dengan orang lain
secara baik dan lancar, baik dalam komunikasi lisan maupun secara
tertulis. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat menjadi penyimak
dan pembicara yang baik, menjadi pembaca yang komprehensif dan
menjadi penulis yang tentunya terampil. Agar tujuan tersebut dapat
tercapai, seorang guru harus berupaya memberikan contoh yang
baik dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar, agar siswa
dapat meneladaninya.Guru memiliki kewajiban dalam
mempersiapkan program pembelajaran. Oleh karena itu, kurikulum
dikembangkan oleh sekolah, maka guru tidak mungkin menyiapkan
RPP dengan mencotoh RPP guru bahasa Indonesia yang lain. Guru
dituntut untuk lebih kreatif dalam menyusun program perencanaan
pembelajaran. Dengan kata lain, guru harus membuat sebuah
rancangan yang sesuai dengan kebutuhan maupun karakteristik
siswa yang akan diajar.
Pembelajaran bahasa Indonesia di Tingkat Sekolah
Menengah Pertama (SMP) berorientasi pada kedudukan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara. Pada
dasarnya guru mata pelajaran bahasa Indonesia dituntuk untuk
melatih siswa dalam menggunakan bahasa dalam hal
berkomunikasi dan demi kelancaran proses pembelajaran yang
menjadi tugas dan tanggungjawab guru.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yakni
melakukan wawancara dengan responden dalam hal ini adalah guru
mata pelajaran bahasa Indonesia. Wawancara yang dilakukan yakni
wawancara yang bersifat terstruktur. Pewawancara menggunakan
pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan
lengkap. Adapun hasil wawancara berkaitan dengan implementasi
Cooperative Learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada
siswa SIT Al- Bina Kab. Luwu Timur sebagai berikut:

