Page 253 - Cooperative Learning
P. 253
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Sekolah Dasar 243
adalah lebih banyak memberikan motivasi agar dapat berubah dan
hasil belajarnya bisa meningkat.
Data wawancara berikut berkaitan dengan rata-rata
kemampuan siswa maupun pencapaian prestasi selama responden
menerapkan pembelajaran di sekolah tersebut, khususnya pada
mata pelajaran bahasa Indonesia. Berikut kutipan hasil wawancara.
Data Wawancara 6
P : Bagaimana rata-rata kemampuan siswa dalam
menerima materi pelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran?
R : Rata-rata siswa responnya bagus jie, apalagi kalau
model itu baru ia rasakan dalam proses pembelajaran.
Data Wawancara 7
P : Bagaimanakan prestasi belajar siswa setelah
diterapkan model-model pembelajaran?
R : Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini, hasil
perolehan nilainya meningkat, kemampuan menulis dan
berbicaranya juga sudah agak bagus.
Data hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa selama
respenden menerapkan Cooperative Learning siswa memberikan
respon yang positif, hal tersebut ditandai dengan pencapaian
prestasi siswa yang mengalami peningkatan signifikan, tampak pada
kemampuan menulis dan berbicara semakin baik. Hal ini disebabkan
karena hadirnya model maupun media sangat membantu siswa
dalam meningkatkan daya nalarnya.
Adapun wawancara terakhir yakni berkaitan dengan inovasi
yang ingin dilakukan responden dalam hal ini berkaitan dengan
penerapan Cooperative Learning pada mata pelajaran bahasa
Indonesia.
Data Wawancara 8
P : Apa rencana Bapak kedepannya untuk lebih
memotivasi dan meningkatkan prestasi belajar siswa
melalui model-model pembelajaran? Misalnya apakah
Bapak akan berinovasi dalam penerapan model-model itu?

