Page 256 - Cooperative Learning
P. 256
246 BAB 5
B. Saran
Sesuai dengan temuan penelitian ini, beberapa saran yang
dapat menjadi acuan bagi pengajar atau yang berkecimpung dalam
dunia pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1. Seorang guru hendaknya lebih awal mempersiapkan
rancangan pembelajaran yang kreatif agar waktu yang
digunakan sesuai dengan capaian pembelajaran di kelas.
2. Seorang guru perlu menambah wawasan yang lebih tentang
Cooperative Learning, karena pada dasarnya masih banyak
pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan pembelajaran
bahasa Indonesia.
3. Dalam menerapkan Cooperative Learning di kelas, seorang
guru hendaknya mengajarkan unsur kepemimpinan kepada
siswa melalui pemilihan ketua kelompok secara bergantian,
agar semua siswa dalam kelas mendapat kesempatan yang
sama.
Daftar pustaka
Gillies, R.M. & Adrian F.A. (2003). Co-operative Learning. New York:
Routledge Falmer.
Munaworoh. (2015). Perbedaan Model Pembelajaran Cooperative
Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dan Studenst
Teams Achievent Division (STAD) pada Siswa SMP Negeri
Jombang, Jurnal Metode Penelitian Pendidikan Volume 5
Nomor 1 Januari-Februari.
Isjoni. (2010). Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran
Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Lie, A. (2010). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative
Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Slavin, R.E. (2008). Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik.
Bandung: Nusa Media.
Sugiyono. (2010). Model-model Pembelajaran. Surakarta: Yuma
Pustaka.

