Page 109 - Sun Flower Full Naskah
P. 109
Sepuluh
ang Ji-Woo merasa penat. Ia tak suka bera-
da di rumah sakit. Sudah sejak lama ketika ia
Kmelakukan operasi, Bunda masih menyuruhnya
dirawat. Semenjak ia mengalami kecelakaan, sistem kekebalan
tubuhnya melemah, bahkan Kang Ji-Woo harus membatasi akti-
vitas yang membuatnya letih. Ia selalu menolak untuk melaku-
kan kemoterapi sebab ia tidak menginginkan jika rambutnya
perlahan rontok. Ia hanya menjaga pola makan dan hidup yang
sehat meski kadang ia tak sadar hidungnya mengeluarkan da-
rah. Ia hanya perlu lebih kuat, dan bukankah sekarang ia juga
sudah dioperasi? Bahkan ia bisa mendengar dokter mengatakan
perubahan kondisinya sangat menakjubkan.
Dulu sejak Kang Ji-Woo beranjak menjadi seorang
remaja, ia suka bertengkar dengan Park Kyung-Soo lalu Park
Kyung-Shin akan datang melerai mereka. Kang Ji-Woo kagum
dengan kedewasaan Kyung-Shin, meskipun usia mereka sama
tetapi Kyung-Shin sangat bijak.
Ia pernah berharap nama Park Kyung-Shin menjadi
Kang Kyung-Shin saja, namun sepupunya itu menyematkan
nama Ayahnya. Bukan nama kakek ataupun Ibu mereka. Park
Kyung-Shin mewarisi sifat bijak dari ibunya dan sangat bertolak
belakang dengan Park Kyung-Soo.
Untuk yang ke sekian kalinya Kang Ji-Woo harus berter-
imakasih pada Kyung-Shin, sebab entah bagaimana hidupnya
jika Park Kyung-Shin tidak mendonorkan sum-sum tulang be-
lakang padanya.
“Aku harus keluar dari sini,” gumam Kang Ji-Woo
yang mondar-mandir di ruang ia dirawat. Saat mendengar pin-
tu diketuk, Kang Ji-Woo bergegas dan pura-pura tidur. Dari
matanya yang tidak benar-benar terpejam itu ia melihat sosok
103

