Page 111 - Sun Flower Full Naskah
P. 111
sudah tiba di bandara dan akan menuju rumah So-Ra.
Lee So-Ra juga memberitahu bahwa ia dan Hae-Seol
baik-baik saja, Kyung-Shin membalas pesan So-Ra, bertanya
apakah mereka ingin dijemput atau tidak. Masih menunggu bal-
asan dari So-Ra saat Kyung-Shin melihat sepupunya keluar dari
rumah sakit.
Kang Ji-Woo mengenakan kaos turtle neck lengan pan-
jang berwarna hitam, ia mengenakan pakaian serba hitam kec-
uali coat selututnya yang berwarna abu-abu. Park Kyung-Shin
juga tak lupa membawa jam tangan Kang Ji-Woo, lelaki itu bisa
risih kalau ia tak memakai jam tangan.
“Menunggu pesan dari siapa, Hyung?”
Melihat Park Kyung-Shin yang sedari tadi menatap layar
ponsel, Kang Ji-Woo pun bertanya. “Klien,” jawab Kyung-Shin
singkat. Meski Kang Ji-Woo tidak punya kekasih, ia tahu bahwa
raut wajah itu tidak digunakan seseorang untuk menunggu pe-
san dari kliennya.
Belum juga ada balasan dari Lee So-Ra, karena khawa-
tir Park Kyung-Shin mengecek letak ponsel So-Ra dan ia heran.
Bukankah tadi So-Ra mengatakan akan pulang ke rumahnya?
Namun, letak ponsel So-Ra yang dilihat Kyung-Shin berlawanan
arah dari jalan menuju rumah Lee So-Ra.
“Oh! Shit!”
Park Kyung-Shin memutar mobil dan menyusul Lee So-
Ra. Pastilah terjadi sesuatu, pikir Kyung-Shin. “Kita mau kem-
ana Hyung?” tanya Kang Ji-Woo. Kyung-Shin tak menjawab, ia
hanya menambah kecepatan mobil.
***
“So-Ra… kita ada dimana?”
“Aku juga tidak tahu,”
Saat tersadar, Hae-Seol dan So-Ra menyadari bahwa
tangan dan kaki mereka terikat. Seingat Hae-Seol, mereka baru
saja keluar dari bandara dan menunggu taksi. Kenapa mereka
ada disini? Di ruang gelap dan lembab.
“Bawa mereka kesini!”
105

