Page 110 - Sun Flower Full Naskah
P. 110
yang baru saja ia pikirkan. Park Kyung-Shin.
“Sudah! Jangan pura-pura tidur,” kata Kyung-Shin
sambil menarik selimut Kang Ji-Woo. Ah, bagaimana bisa Park
Kyung-Shin terlihat begitu bersahaja dan dewasa. Bahkan keti-
ka ia tak mengeluarkan sepatah katapun, orang tetap akan tahu
bahwa sosok Kyung-Shin ramah dan sangat pengertian.
Kang Ji-Woo juga ramah menurut banyak orang dan
tentu menurut fansnya. Ia juga tahu bahwa pesonanya sudah
mendunia, akan tetapi jika Kang Ji-Woo terlahir kembali, ia in-
gin menjadi seperti Park Kyung-Shin.
“Hyung, tidak ada wartawan yang tahu tentang operasi-
ku kan?”
“Tidak ada. Artikel juga tidak ada yang memuat itu.
Kan kau sekarang sudah sembuh, tidak perlu menyembunyikan
apa-apa lagi.”
“Tidak perlu menyembunyikan apa-apa lagi? Haha…
Hyung, orang akan kaget kalau tahu sebenarnya aku anak Kang
Dong-Sun dan Shim Yeo-Hwa.”
“Kalau hal itu memang publik tak perlu tahu,”
“Dan berhentilah memanggilku Hyung! Kita seumu-
ran,” kata Kyung-Shin lagi. Namun Kang Ji-Woo menggerakkan
telunjuknya seolah mengatakan ‘Tidak bisa! Aku harus memang-
gilmu Hyung!’
“Hyung, kau kan lahir bulan Maret dan aku lahir bulan
November,” Kang Ji-Woo masih saja memanggil Kyung-Shin
dengan sebutan Hyung. Dan Park Kyung-Shin harus mengalah.
Lalu Kang Ji-Woo pun meminta Kyung-Shin membantunya per-
gi dari rumah sakit. Ia sudah sembuh, ia ingin menghirup udara
segar tanpa mencium bau obat-obatan lagi.
“Aku kesini memang ingin menjemputmu karena Bibi
sedang ada meeting dan paman lagi di Busan.”
“Jadi, tidak ada penyambutan khusus, Hyung?”
“Ini penyambutan khususnya,” Park Kyung-Shin
melemparkan tas yang berisi baju ganti untuk Kang Ji-Woo.
“Aku tunggu di mobil,” kata Kyung-Shin kemudian pergi. Berir-
ingan dengan langkahnya, ia mendengar dering ponsel dan me-
lihat pesan dari Lee So-Ra yang memberitahukan bahwa mereka
104

