Page 116 - Sun Flower Full Naskah
P. 116
dengan Park Kyung-Shin. Iya! Itu adalah rumah keluarga Park
Kyung-Shin.
Lelaki tadi masuk, Kang Ji-Woo masih mengikuti dan
harus menghindari penjaga. Ia sangat mengenal seluk beluk
bentuk rumah itu, jadi ia bisa dengan mudah menghindari pen-
jaga. Kang Ji-Woo mendengar samar-samar percakapan lelaki
tadi, ia mencoba sedikit melihat dan lelaki tadi berbicara pada
Park Kyung-Soo.
“B-bos… A-ayahmu dibunuh!”
“Hah? Apa katamu?”
“A-ayahmu dibunuh. D-dia ditembak.”
“Oleh siapa, hah?! Siapa yang berani melakukan itu
pada Ayah?”
“Hae-Seol. Gadis yang kami tangkap,”
Park Kyung-Soo marah besar. Ia mencengkeram kerah
baju anak buahnya itu. Ia marah, benar-benar marah sampai
memukul anak buahnya berkali-kali. Kang Ji-Woo yang masih
mendengar percakapan mereka juga mendengar kemarahan
Park Kyung-Soo. Ada suara tembakan, Kang Ji-Woo mendengar
suara tembakan lagi. Kyung-Soo yang marah menembak anak
buahnya tadi. Suara tembakan lagi, Kyung-Soo benar-benar
marah, anak buahnya pun sudah tak bernapas lagi.
Kang Ji-Woo tertegun, sebab nama Hae-Seol tak asing
di telinganya. Iya! Ia pernah mendengar Bunda beberapa kali
menceritakan kehebatan Hae-Seol. Dan pastilah gadis itu yang
menyelamatkan Bunda, tidak mungkin ia membunuh seseo-
rang, pikir Kang Ji-Woo.
Beberapa menit setelah mendengar dua kali suara tem-
bakan tadi, Kang Ji-Woo melihat Park Kyung-Soo keluar. Lela-
ki yang mengenakan setelan jas merah marun itu, ah ia bahkan
tujuh tahun lebih muda dari Kang Ji-Woo tapi penampilannya
sudah sedewasa itu. Baru Kang Ji-Woo sadar bahwa ia belum
pernah melihat Park Kyung-Soo tertawa lepas. Kalau tidak ber-
tengkar dengan orang lain, ya marah-marah. Sangat disayang-
kan wajah tampan dan usia muda Park Kyung-Soo ternodai.
“Anak itu pastilah akan membuat keributan lagi,” ucap
Kang Ji-Woo yang beranjak sembunyi-sembunyi mengikuti
110

