Page 119 - Sun Flower Full Naskah
P. 119

ada satu matahari. Tidak pernah ada dua matahari di langit. Dar-
          ipada menjadi cahaya matahari, lebih baik aku menjadi cahaya
          lain semacam sinar, iya! X-Ray. Dan sekarang, cahaya matahari
          bertengkar dengan X-Ray.
                 “Kau benar-benar harus diberi pelajaran.”
                 “Kang Ji-Woo, dia sudah membunuh Ayahku. Dia su-
          dah menembak Ayahku! Dia yang harus diberi pelajaran.”
                 “Hm? Aku? Kenapa Ray menuduhku begitu?”
                 Kang Ji-Woo  merogoh ponsel  disaku  celananya, ia
          menelepon  Park Kyung-Shin untuk memberi  pelajaran pada
          Kyung-Soo. Entah apa yang terjadi jika tadi Kang Ji-Woo tidak
          ada, mungkin Park Kyung-Soo akan meledakkan kemarahannya
          dan menghabisi Hae-Seol.


                                     ***

                 Tidak ada orang yang tak pernah merindu, setiap orang
          pasti pernah merasakan rindu, entah  itu  pada seseorang atau
          pada memori yang  tak  dapat diulang. Jika bisa mengatakan
          ‘aku merindukanmu’ pada seseorang yang dirindukan maka ber-
          syukurlah, sebab ada rindu yang tak bersuara. Ada rindu yang
          benar-benar tak dapat mengeluarkan suara.
                 Lee So-Ra di restorannya tengah duduk di hadapan
          Hae-Seol, di sudut restoran ada tiga orang lelaki dan dua orang
          diantara tiga lelaki itu selalu ribut dan membuat orang-orang di
          restoran pun menoleh.
                 “Hae-Seol, kau sadar kan? Itu Ji-Woo Oppa…”
                 “Iya.”
                 “Coba perhatikan gadis-gadis yang sekarang lagi makan
          di sini! Mereka semua melihat Kang Ji-Woo dengan tatapan yang
          mengatakan ingin berfoto dengan Ji-Woo Oppa.”
                 “Biarlah.”
                 “Hae-Seol, what’s wrong?”
                 Harusnya Lee So-Ra melihat kebahagiaan terpancar di
          wajah Hae-Seol, tapi bisa-bisanya ekspresi Hae-Seol datar dan
          biasa-biasa saja. Di hadapan So-Ra, Hae-Seol mengulurkan tan-
          gan. Wajah manisnya berbicara bahwa sekarang ia meminta So-

                                      113
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124