Page 124 - Sun Flower Full Naskah
P. 124
Park Kyung-Shin lah yang selalu menjadi penengah. Hadiah
yang akan diberikan Kyung-Soo hanya diletakkannya di meja
belajar Park Kyung-Shin. Selalu ia lakukan seperti itu setiap hari
ulang tahun Park Kyung-Shin. Dan ia tidak pernah memberikan
hadiah untuk kakaknya lagi setelah Kyung-Shin pergi dari ru-
mah.
Park Kyung-Shin akan pindah jika sang Ayah mengeta-
hui keberadaannya. Sudah lama ia mandiri, bahkan ia memulai
bisnis dengan kerja kerasnya tanpa campur tangan Ayahnya. Se-
mentara Park Kyung-Soo selalu bersama Ayah mereka.
Perdamaian yang diinginkan Kyung-Shin tak benar-be-
nar terwujud, namun ia masih berkomunikasi dengan Kang Ji-
Woo. Ia mencintai Ayahnya, namun tidak dengan perbuatan
sang Ayah. Bahkan ia sangat menyesalkan Ayahnya memilih
akhir yang tidak dikehendaki Kyung-Shin. Namun penyesalan-
nya tak berarti apa-apa, sekarang ia hanya perlu melindungi
Park Kyung-Soo sebab adiknya itu sama gegabahnya dengan
sang Ayah.
***
Bunda tengah merenung saat Lee So-Ra menemuinya, ia
hanya ingin memberitahu So-Ra tentang keadaan putranya bah-
wa operasi berhasil dilakukan. Lee So-Ra turut berbahagia dan
berpikir untuk menceritakan hal itu pada Hae-Seol.
“Kaja! Aku harus memberitahumu sesuatu,” So-Ra
3
menarik tangan Hae-Seol dan menceritakan keadaan Kang Ji-
Woo. Namun, diluar dugaan So-Ra ternyata Hae-Seol justru
menangis.
“Wae geurae? B-berarti selama ini dia menderita,” Hae-
4
Seol mengusap airmatanya. Ia tak pernah tahu hal itu, bahkan
ia tak dapat membayangkan sebab Kang Ji-Woo yang ia tahu
selalu tersenyum dan tampak bahagia.
“Tak apa, keadaannya sekarang sudah membaik.”
Tetap saja tak bisa menahan sedih, Hae-Seol melewat-
kan keadaan seseorang yang selama ini selalu menempati ruang
3 Ayo -mengajak-
4 Kenapa bisa begitu?
118

