Page 126 - Sun Flower Full Naskah
P. 126
“Kau… sebenarnya siapa?”
Oh gawat, Kang Ji-Woo bertanya lagi. Apa Kang Ji-Woo
tahu bahwa nama itu bukan nama aslinya? Lalu apa yang akan
dilakukannya sekarang? Dan Hae-Seol harus menjawab apa?
Tapi, sepertinya bukan itu maksud Kang Ji-Woo. “Hazelia, se-
benarnya kau siapa?” tanya Kang Ji-Woo lagi. Pastilah Kang Ji-
Woo tahu identitas aslinya dari Bunda. Namun Hae-Seol masih
tak mengerti maksud pertanyaan Kang Ji-Woo.
“M-maksudmu?”
“Awalnya aku tak mengira ternyata Hae-Seol itu adalah
kau.”
Apalagi yang dimaksud Kang Ji-Woo? Pertanyaan-per-
tanyaan itu, Hae-Seol benar-benar tak mengerti. Iya! Hae-Seol
sama sekali tak tahu maksud Kang Ji-Woo sampai-sampai jarin-
ya yang berdarah tak dilihatnya lagi. Ia bahkan seperti mati rasa
sekarang.
“Aku pernah melihatmu, tapi aku tak tahu namamu,”
kata Kang Ji-Woo sambil melihat jari Hae-Seol yang berdarah,
ia pun kemudian memberitahu Hae-Seol bahwa jari gadis itu
berdarah. “Aku pernah sekali melihatmu di mimpiku,” lanjut
Kang Ji-Woo.
“M-mimpi?”
“Iya. Saat aku terbangun setelah dua hari tak sadarkan
diri. Saat itu aku mengalami kecelakaan.”
Ini pembicaraan yang serius, pikir Hae-Seol. Ia meminta
Kang Ji-Woo menunggu di café bawah. Setidaknya ia harus
membalut jarinya yang terluka lebih dulu dan ia harus bisa men-
gendalikan perasaan yang sekarang tengah berbunga-bunga. Di
ujung keputusasaan rindunya, ia pun dipertemukan dengan
Kang Ji-Woo.
***
“Aku pernah beberapa kali mendengar namamu dari
Eomma, tapi aku tak tahu ternyata Hae-Seol adalah kau.”
“Oh ya? Dan, mimpi itu?”
“Hm, aku tidak mengingatnya dengan baik. Tapi aku in-
120

