Page 128 - Sun Flower Full Naskah
P. 128
“Jeongmal? Jinjja? ” Lee So-Ra juga senang, ia bahkan
6
ingin tertawa sebab ia bisa menebak pastilah Hae-Seol terdiam
kaku saat bertemu Kang Ji-Woo.
Hae-Seol tertawa, tebakan So-Ra memang benar. Mau
bagaimana lagi? Ia berhadapan dengan Kang Ji-Woo di dunia
nyata. Benar-benar seperti keajaiban. Bahagianya tak dapat di-
bahasakan. Mungkin hatinya juga bisa menjelma menjadi anak
kecil yang diberi hadiah lalu kegirangan, ia meloncat-loncat ba-
hagia.
Turun dari bus, Hae-Seol berjalan menyusuri jalan yang
tak asing baginya. Jalan yang mempertemukan ia dengan Bun-
da. Sekarang Hae-Seol berdiri di dekat pohon besar. Ia tak tahu
dari jauh seseorang memperhatikannya. Orang yang tadi ber-
temu Hae-Seol di café. Kang Ji-Woo.
Setelah menemui manajernya, Kang Ji-Woo pergi ke
tempat yang ia kira adalah tempat ia melihat Hae-Seol di dalam
mimpi. Namun, ketika tiba di sana, Kang Ji-Woo melihat Hae-
Seol. Ia mulai bertanya-tanya, “Kenapa Hae-Seol ada di sana?”
memang Hae-Seol belum menceritakan apa-apa tentang mim-
pi panjang yang sempat membuat dadanya sesak. Kang Ji-Woo
tak beranjak menghampiri Hae-Seol, ia hanya melihat gadis itu
duduk bersandar di pohon besar.
Ada gumpalan kebahagiaan yang bersinar di mata Hae-
Seol, Kang Ji-Woo dapat melihat itu. Beberapa kali Hae-Seol
tersenyum, kemudian menutup wajah dengan kedua telapak
tangannya. Kang Ji-Woo bahkan ikut tersenyum melihat tingkah
Hae-Seol.
Senyum yang dilihat Kang Ji-Woo tadi memudar, Hae-
Seol sepertinya melihat sesuatu, ah! Lebih tepatnya seseorang,
tapi bukan dirinya. Mungkin di kehidupan selanjutnya Kang Ji-
Woo harus berprofesi sebagai mata-mata, sebab sekarang ia sep-
erti tengah memata-matai orang lain. Dan, ia tak salah lihat ada
Park Kyung-Soo di ujung jalan. Lelaki itu masih saja mengikuti
Hae-Seol.
Kang Ji-Woo tak harus menunjukkan diri, ia hanya perlu
berjaga-jaga kalau saja Park Kyung-Soo mengganggu Hae-Seol.
6 Sungguh? Benarkah?
122

