Page 123 - Sun Flower Full Naskah
P. 123
“Di dalam mimpimu dia adalah Ray kan?”
Lee So-Ra mengunci tatapan Hae-Seol, ia perlu tahu leb-
ih banyak lagi. Bahkan So-Ra juga setuju pada Hae-Seol yang
mengatakan bahwa mimpinya tidak mungkin hanya kebetulan.
Kecuali Kang Ji-Woo, ia tidak mengenal satu pun dari mereka
sebelumnya. Dan setelah mimpi panjang yang meninggalkan
misteri, barulah Hae-Seol mengenal mereka.
***
Musim semi 14 tahun yang lalu.
Park Kyung-Soo yang baru saja pulang dari sekolah
langsung mengambil hadiah di kamarnya, ia menyiapkan hadiah
jauh-jauh hari sebelum ulang tahun Park Kyung-Shin. Ia bahkan
membeli sepatu yang sudah dibungkusnya itu dengan tabun-
gannya sendiri. Saat mendengar suara Kyung-Shin ia langsung
keluar namun bersembunyi ketika tahu bahwa Park Kyung-Shin
tidak sendiri. Kang Ji-Woo yang satu sekolah dengannya juga
datang bersama Kyung-Shin. Tentu Kyung-Soo malu jika dilihat
Kang Ji-Woo saat ia memberikan hadiah untuk kakaknya, kare-
na itu ia masih bersembunyi.
“Hyung… saengil chukhahaeyo …” Kang Ji-Woo member-
2
ikan hadiah pada Kyung-Shin, kaos lengan panjang berwarna
hijau. Menyaksikan itu, Kyung-Soo hanya tertunduk sambil me-
megangi hadiah untuk Kyung-Shin. Ia menjadi kesal dan marah
pada Kang Ji-Woo.
Saat itu ia masih berusia 9 tahun dan Kyung-Shin beru-
sia 16 tahun, sama seperti Kang Ji-Woo. Meski Kyung-Soo tahu
ia jauh lebih kecil daripada Kang Ji-Woo, ia berani terang-teran-
gan memusuhi Kang Ji-Woo. Ia pernah merusak sepeda milik
sepupunya itu, ia juga pernah melempar ransel Kang Ji-Woo ke
jalan, bahkan setelah ia menyaksikan Kang Ji-Woo memberikan
hadiah pada Kyung-Shin, Park Kyung-Soo melemparkan bola
ke arah Kang Ji-Woo.
Kang Ji-Woo yang kesal kemudian adu mulut dengan
Park Kyung-Soo, selalu ada pertengkaran saat mereka bertemu.
2 Selamat ulang tahun
117

