Page 118 - Sun Flower Full Naskah
P. 118

“Ray? Apa maksudmu?! Sekarang cepat ikut aku!”
                 Apa sekarang Ray akan mengajak Hae-Seol dan So-Ra
          ke Namsan Tower lagi? Ah, Hae-Seol sadarlah! Itu hanya ter-
          jadi di mimpi. Lelaki yang sekarang adalah Park Kyung-Soo di
          dunia nyata. Nada bicara lelaki ini sekarang saja sangat tinggi.
          Tak mungkin nada bicara seperti itu digunakan untuk mengajak
          seseorang ke Namsan Tower.
                 “Park Kyung-Soo!”
                 Bukan Hae-Seol  yang memanggil begitu, tetapi lelaki
          yang cukup jauh dari mereka. Lihat! Lelaki itu mendekat dan
          berdiri di belakang Kyung-Soo. Lelaki itu mengenakan topi hi-
          tam dan kacamata hitam. Astaga! Hae-Seol benar-benar ingin
          berteriak sekarang. Oh dear… Ia tak salah lihat, lelaki itu adalah
          Kang Ji-Woo.
                 Kang Ji-Woo  terus  mengikuti pergerakan Kyung-Soo
          dan  dugaannya benar, Kyung-Soo menemui  Hae-Seol  untuk
          membalas kematian Ayahnya. “Kapan anak itu dewasa?” Kang
          Ji-Woo memang tak sebijak dan sedewasa Kyung-Shin, tapi ia
          juga tidak gegabah dan kekanakan seperti Kyung-Soo. Sejak ke-
          cil selalu saja Kyung-Soo yang memulai pertengkaran, tapi kali
          ini jika memang harus bertengkar maka Kang Ji-Woo yang akan
          memulainya.
                 “Ah! Kau!” lirih Park Kyung-Soo saat melihat Kang Ji-
          Woo.
                 “Jangan menyebutku begitu! Panggil aku Hyung!”
                 “Kang Ji-Woo!”
                 “Panggil aku Hyung!”
                 “Kang Ji-Woo babo !”
                                 1
                 “Aish! Apa kau bilang?”
                 Daripada menangis karena bertemu dua orang yang
          sangat dirindukannya, sekarang Hae-Seol lebih ingin tertawa
          melihat mereka bertengkar. Iya! Sekarang Hae-Seol tertawa, tapi
          kenapa airmatanya jatuh? Hae-Seol terlalu bahagia.
                 Jika saja mimpi Hae-Seol dulu masih berlanjut dan ia
          sempat bertanya tentang Kyung-Soo yang dipanggil Ray, pasti-
          lah Ray akan menjawab begini; Nuna, kau lihat? Di langit hanya
          1 Bodoh
                                     112
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123