Page 72 - Majalah Peradilan Agama Edisi XI
P. 72

ANOTASI PUTUSAN




            begitu, nazhir dalam pembuatan Akta Ikrar Wakaf tersebut   bersangkutan.
            sudah  sesuai  Peraturan  Pemerintah  No.  28  Tahun  1977   Selanjutnya  berdasarkan  Pasal  3  UU  No.  41  Tahun
            tentang  Pendaftaran  Tanah  Milik,  yaitu  diucapkan  oleh   2004 tentang Wakaf, dinyatakan bahwa wakaf yang telah
            wakif sendiri atau ahli warisnya di depan PPAIW dengan   diikrarkan tidak dapat dibatalkan. Jadi pada dasarnya Akta
            disaksikan  sekurang-kurangnya  dua  orang  saksi.  Dalam   Ikrar Wakaf tidak dapat dibatalkan kecuali ada sesuatu hal
            hal ini, PPAIW dalam memproses sampai terjadinya wakaf   yang  dapat  membatalkannya,  seperti  mewaka kan  tanah
            tersebut,  hanya  mengoreksi  begitu  saja,  karena  berkas   yang bukan tanah miliknya, seperti tersebut dalam sebuah
                                                                                                 َ
                                                                                      ْ
                                                                              ٌ
                                                                                َ ْ َ
                                                                                                ُ ْ
                                                                                           ُّ َ َّ
            sudah lengkap, maka diikrarkan wakaf. Akan tetapi nazhir   kaidah  iqh “  ﻞِﻃﺎﺑ ﻴﺮﻐﻟا  ِ ﻚﻠِﻣ  ِ ﻓﻲ  ِ فﺼﺮﻛﺤﺎﺑ ﺮﻣﻷا  atau kaidah  iqh
                                                                                 ِ
                                                                                               ِ َ
                                                                                                 َ
                                                                                                   ُ ُ َ َ
                                                                                     ْ
                                                                             ْ َ
                                                                                 ْ َ
                                                                                         َ َ َ َ ْ
                                                                                                 َ
                                                                                          َّ
            dalam  pembuatan  Akta  Ikrar  Wakaf  tersebut  tanpa  ada   yang lain “   ِﻪِﻧ ذ ِ إ ﻼﺑ ِهﻴﺮﻟ  ِ ﻚﻠِﻣ  ِ ﻓﻲ فﺼﺮﺘﻓ نأ ِﺪﺣ ِ ﻷ رﻮﻳﺠ ﻻ.
                                                                               ِ ِ
            persetujuan  semua  ahli  waris  yang  ada,  dan  seharusnya   Sementara  itu  sebagaimana  diketahui  bahwa
            PPAIW mengeluarkan Akta Pengganti Ikrar Wakaf bukan   perwakafan  tanah  dalam  kasus  tersebut  di  atas  telah
            Akta Ikrar Wakaf. Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan   terjadi  pada  tahun  1926,  yang  menjadi  persoalan
            nazhir  dalam  mendaftarkan  tanah  wakaf  tersebut  hanya   bagaimana  jika  pewakif  sudah  meninggal,  sedangkan
            melanggar asas ketelitian.                           obyek  wakaf  tidak  ada  AIW-nya?  Dalam  hubungan  ini
               Untuk  melengkapi  sarana  hukum  tersebut  di  atas,   dapat  ditegaskan  bahwa  ketentuan  hukum  acara  yang
            Pemerintah  telah  menerbitkan  Peraturan  Pemerintah   berlaku perkara permohonan (voluntair) hanya menjadi
            Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Obyek Milik.   kewenangan  Pengadilan  Agama,  apabila  diatur  secara
            Salah satu pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28   tegas dalam peraturan perundang-undangan, sementara
            Tahun  1977,  yaitu  pasal  9  mengharuskan  perwakafan   itu  perkara  isbat  wakaf  belum  memiliki  dasar  yuridis
            dilakukan secara tertulis, tidak cukup dengan pernyataan   kuat kecuali berbentuk penafsiran.
            lisan.  Munculnya  peraturan  ini  bertujuan  untuk     Berdasarkan  konvensi  umum  telah  disepakati
            memperoleh bukti otentik, misalnya sebagai kelengkapan   bahwa  terhadap  hukum  formil  tidak  berlaku  penafsiran.
            dokumen pendaftaran obyek wakaf pada Kantor Agraria,   Dalam  konteks  inilah,  dibutuhkan  secara  urgen  suatu
            maupun sebagai bukti hukum apabila timbul sengketa di   pemahaman  hukum  yang  responsif  dan  progresif  untuk
            kemudian  hari  mengenai  harta  telah  diwaka kan.  Oleh   memformulasikan  dasar  pijak  yuridis  formil  perkara
            karena  itu,  seseorang  yang  hendak  mewaka kan  obyek   isbat wakaf. Hal ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan
            harus  melengkapi  dan  membawa  tanda-tanda  bukti   adalah untuk memunculkan kesepahaman atau persepsi,
            kepemilikan dan surat-surat lain yang menjelaskan tidak   baik dalam teori maupun aplikasinya, terutama bagi para
            adanya halangan untuk melakukan pelepasan haknya atas   praktisi hukum di pengadilan agama.
            obyek tersebut.                                         Atas dasar itu, untuk memelihara harta benda wakaf dan
               Berdasarkan  uraian  tersebut  di  atas  dapat  pula   menjaganya keabadiannya, berdasarkan tujuan umum dan
            dipahami  bahwa  fungsi  pendaftaran  tanah  wakaf   muktabar hukum Islam, bahwa  pemeliharaan harta benda
            dimaksud pada dasarnya untuk memperoleh jaminan dan   wakaf sebagai bagian dari pemeliharaan harta benda, hifz
            kepastian  hukum  (Riswandi,  2016:  86)  mengenai  tanah   al-mâl  (  Auda,  2007:  21-23),  maka  benda-benda  wakaf
            yang  diwaka kan.  Apabila  sertipikat  tanah  telah  dibalik   yang belum ada AIW-nya, dan pewakifnya sudah meninggal
            nama atas nama nazhir dengan dibuatkan sertipikat wakaf,   seharusnya  dapat  diajukan  permohonan  isbat  wakaf
            nazhir  akan  memperoleh  jaminan  dan  kepastian  hukum   kepada  Pengadilan  Agama,  dan  produknya  hukumnya
            mengenai tanah yang telah diwaka kan kepadanya.      adalah  berwujud  penetapan.  Atas  dasar  itu  pula  apabila
               Untuk  menjamin  adanya  kepastian  hukum  hak  atas   Pasal 7 ayat (2) KHI dapat dianalogikan kepada isbat wakaf,
            tanah  wakaf,  UUPA  sebagaimana  dinyatakan  dalam   maka  obyek  wakaf  bila  tidak  ada  AIW-nya,  seharusnya
            Pasal 19 ayat 1 UUPA No. 5 Tahun 1960 yang berbunyi   dapat juga mengajukan isbat wakaf ke Pengadilan Agama
            :  “untuk  menjamin  kepastian  hukum  oleh  Pemerintah   setempat. Untuk menyempurnakan kewenangan Peradilan
            diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik   Agama  dalam  mengadili  perselisihan  tentang  benda
            Indonesia menurut ketentuan yang diatur oleh Peraturan   wakaf dan nazhir, perlu diterbitkan peraturan perundang-
            Pemerintah.  Sedangkan  cara  pendaftaran  tanah  wakaf   undangan  yang  mengatur  dan  memberikan  kewenangan
            yang  terjadi  sebelum  berlakunya  Peraturan  Pemerintah   voluntair  (Isbat  Wakaf)  kepada  lembaga  Pengadilan
            Nomor  28  Tahun  1977  tentang  Perwakafan  Tanah   Agama.
            Milik, dilakukan sebagaimana Peraturan Menteri Agama    Berdasarkan penjelasan di atas agar isbat wakaf dapat
            Nomor 1 Tahun 1978, yakni setelah tanah wakaf tersebut   dilegalisasikan  dalam  bentuk  perundang-undangan.
            diterbitkan Akta Pengganti Ikrar Wakaf‛ oleh PPAIW yang   Dengan  terbitnya  aturan  dimaksud  dapat  memberikan



            70     MAJALAH PERADILAN AGAMA  Edisi 11 | April 2017
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77