Page 167 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 MARET 2021
P. 167

Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Kemnaker  Tri  Retno
              Isnaningsih dalam acara dialog virtual pada Selasa (2/3).
              Direktur  Pengupahan  Kemnaker  Dinar  Titus  Jogaswitani  menjelaskan,  menurut  Badan  Pusat
              Statistik  (BPS)  pekerja paruh  waktu  adalah  pekerja  yang  bekerja  kurang  dari  35  jam  dalam
              sepekan atau kurang dari tujuh jam per hari. Upah per jam bagi pekerja paruh waktu, menurut
              ketentuan dibayarkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

              "Upah per jam itu dibayar atas kesepakatan antara pengusaha dan pekerja atau buruh, di mana
              dalam menyepakati tersebut tidak boleh kurang dari formula upah per jam," kata Dinar.

              Menurut formula yang tertuang dalam peraturan pemerintah, upah per jam sama dengan upah
              sebulan dibagi 126. Angka 126 itu, Dinar menjelaskan, merupakan rata-rata waktu kerja pekerja
              paruh waktu dalam setahun, yaitu 52 minggu dikalikan 29 jam per minggu dibagi 12 bulan.

              Ia  mengemukakan  formula  penghitungan  upah per  jam dapat  ditinjau kembali  jika  memang
              terjadi perubahan signifikan dalam median jam kerja pekerja paruh waktu. Hasil peninjauan itu
              akan ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan hasil kajian Dewan
              Pengupahan Nasional.























































                                                           166
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172